Merkel: Krisis migran 'tes bersejarah' bagi Eropa

Sumber gambar, AFP Getty
Kanselir Jerman, Angela Merkel, menggambarkan krisis migran sebagai sebuah "tes bersejarah" bagi Eropa.
Saat mempertahankan kebijakannya terkait para migran di konferensi tahunan partai CDU-nya, <link type="page"><caption> Merkel mengatakan Jerman telah menegakkan kewajiban kemanusiaannya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151209_dunia_merkel" platform="highweb"/></link>.
Tetapi dia mengatakan gelombang migran dapat dikurangi, sebuah langkah yang didesak sejumlah anggota partainya.
Pemerintah Jerman memperkirakan satu juta pengungsi lebih akan memasuki Jerman sampai akhir tahun 2015.
Keputusannya menerima pengungsi yang melarikan diri dari perang saudara Suriah tidak terlalu didukung partainya sendiri.
Merkel mengatakan di depan konferensi di Karlsruhe bahwa gelombang pengungsi dapat "dikurangi secara siginifikan".
Demikian peristilahan yang dipakai dalam persetujuan kompromistis yang dicapai pada hari Minggu (13 Desember) dengan rekan-rekannya di CDU.
Merkel menolak ide pembatasan atas jumlah migran yang didukung sejumlah pihak di partainya dan pemimpin partai CSU, partai rekan CDU dari Bavaria yang berpengaruh.









