Trump didesak minta maaf kepada Muslim yang diusir dari kampanyenya

Council on American-Islamic Relations (CAIR) mendesak bakal calon presiden Donald Trump untuk meminta maaf kepada seorang pemrotes yang ditolak dalam salah satu acara kampanyenya.
CAIR mengatakan pengusiran Rose Hamid dari salah satu acara kampanye Trump di North Carolina merupakan sebuah "pesan yang mengerikan bagi Muslim Amerika".
Hamid diusir setelah melakukan protes diam pada Jumat (08/01) lalu.
Usulan Trump untuk melarang Muslim masuk ke AS mendapatkan kecaman luas.
Dalam kampanye di kota Rock Hill, Hamid berdiri dengan menggunakan kaus bertuliskan:" Salam, saya datang dengan damai"- arti kata "Salam" dalam bahasa Arab yaitu damai.
Ketika dia berdiri, kerumuman di sekitar dia mulai berteriak "Trump! Trump!", tindakan itu dilakukan jika ada interupsi dalam sebuah acara.
Hamid, seorang pramugari berusia 56 tahun ini, kemudian diminta oleh seorang petugas keamanan untuk meninggalkan acara. Dia dicemooh ketika dikawal keluar oleh petugas.
CAIR mengatakan selain meminta maaf kepada Hamid, Trump juga harus "membuat pernyataan yang jelas bahwa Muslim Amerika diterima sebagai sesama warga negara dan sebagai peserta dalam proses politik nasional".









