Serangan udara Rusia 'tewaskan 200 warga sipil Suriah'

Selama tiga bulan serangan udara Rusia di Suriah, 200 warga sipil telah menjadi korban.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Selama tiga bulan serangan udara Rusia di Suriah, 200 warga sipil telah menjadi korban.

Setidaknya 200 warga sipil tewas dalam serangan udara Rusia di Suriah, ungkap Amnesty International berdasarkan laporan saksi mata dan aktivis.

Selain mewawancara 16 saksi yang melihat langsung serangan dan akibatnya, data tersebut diperoleh Amnesty dari “bantuan analisa dari ahli senjata”.

Amnesty menyebut korban tewas adalah akibat lebih 25 serangan udara oleh Rusia sepanjang 30 September hingga 29 November.

Serangan tersebut terjadi di enam lokasi, yaitu Homs, Hama, Idlib, Latakia dan Aleppo.

Setidaknya 49 warga sipil tewas karena serangan udara Rusia di Idlib.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Setidaknya 49 warga sipil tewas karena serangan udara Rusia di Idlib.

Salah satu serangan ‘terbesar’ terjadi di Propinsi Idlib, di mana<link type="page"><caption> 49 warga sipil pada 29 November meninggal dunia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151220_dunia_suriah_idlib" platform="highweb"/></link> setelah tiga misil menghantam pasar tradisional di Ariha.

Amnesty mengklaim, temuan tersebut mengindikasikan “kegagalan serius Rusia untuk menghormati hukum kemanusian internasional”.

“Perang informasi”

Rusia memulai serangan terhadap ISIS dan kelompok lainnya pada 30 September, dengan alasan bahwa serangan itu adalah permintaan dari Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Aktivis HAM mengungkapkan “serangan tersebut tidak menyasar target yang berdekatan dengan militer”.

Aktivis HAM menyebut serangan Rusia tidak diarahkan pada ISIS.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Aktivis HAM menyebut serangan Rusia tidak diarahkan pada ISIS.

Bahkan menurut Amnesty, militer Rusia “dengan melanggar hukum, menggunakan bomnya di kawasan padat penduduk “.

Moskow telah berkali-kali membantah tudingan tersebut, dan menyebut berbagai laporan yang menyebut militernya ‘menyasar’ warga sipil, sebagai “perang informasi” untuk menyudutkan operasi Rusia di Suriah.

Presiden Vladimir Putin membantah bahwa serangan udara Rusia 'disasarkan' pada rakyat sipil.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Presiden Vladimir Putin membantah bahwa serangan udara Rusia 'disasarkan' pada rakyat sipil.

Presiden Rusia Vladimir Putin, Oktober lalu, pernah mengklaim bahwa data warga sipil yang menjadi korban telah ada bahkan sebelum serangan dilakukan.

Serangan udara Rusia ke Suriah dilakukan setelah koalisi-negara pimpinan Amerika Serikat terus melakukan serangan yang menyasar ISIS di Suriah.