Sepertiga pemberontak Suriah 'sama' dengan ISIS

isis

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Milisi al-Qaida terkait ISIS sedang berpawai di Raqqa, Suriah (Foto dokumentasi tahun 2014).

Sepertiga kelompok pemberontak di Suriah -sekitar 100.000 pejuang- memiliki ideologi yang sama dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, demikian diisyaratkan sebuah kajian baru.

Pusat Agama dan Geopolitik atau Centre on Religion and Geopolitics, terkait dengan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, mengatakan mengalahkan ISIS secara militer 'tidak akan mengakhiri jihadisme dunia'.

Untuk mencapai tujuan itu diperlukan 'kekalahan intelektual dan teologi' dari ideologinya.

Konflik Suriah telah menewaskan lebih 250.000 orang dan jutaan orang lainnya kehilangan tempat tinggal.

Koalisi <link type="page"><caption> Barat telah melakukan serangan udara terhadap sasaran ISIS</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151217_dunia_isis_dana_pbb" platform="highweb"/></link> di Suriah dan Irak selama lebih satu tahun.

Pada bulan September, pasukan Rusia memulai serangan udara terhadap pemberontak di Suriah menargetkan 'semua teroris', termasuk ISIS.

Politik Islamis

pbb

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Dewan Keamanan PBB secara bulat mendukung rencana perdamaian bagi Suriah.

Centre on Religion and Geopolitics -yang merupakan inisiatif Tony Blair Faith Foundation- menyatakan Suriah sekarang merupakan tempat kumpulan terbesar kelompok jihadis dalam zaman modern.

Laporan yang dijadwalkan diterbitkan pada hari Senin (21 Desember) ini menyatakan bahaya terbesar bagi masyarakat dunia adalah kelompok yang memiliki ideologi sama dengan ISIS tetapi saat ini tidak diperhatikan, yang jumlahnya diperkirakan sekitar 100.000 orang.

Usaha yang dilakukan pihak Barat saat ini untuk mendefinisikan 'moderat' dan 'ekstremis' akan mengalami kegagalan karena kelompok ini sendiri jarang melakukan pembedaan.

Sekitar 60% kelompok pemberontak besar Suriah adalah ekstremis Islamis dan kebanyakan kelompok ini memiliki tujuan sama.

Kurang dari seperempat pemberontak yang diteliti tidak berideologi dan banyak dari mereka siap berperang bersama kelompok ekstremis dengan kemungkinan akan menerima penyelesaian politik Islamis untuk mengakhiri perang saudara.

Dewan Keamanan PBB pada Jumat (18/12) secara bulat mendukung rencana perdamaian bagi Suriah, yang antara lain mencakup desakan bagi gencatan senjata.