Pasukan Kurdi memukul mundur serangan militan ISIS

Sumber gambar, AFP
Pasukan Kurdi yang didukung serangan udara pasukan Koalisi telah memukul mundur serangan paling serius oleh kelompok Negara Islam atau ISIS di Irak dalam lima bulan terakhir, kata sejumlah pejabat AS.
<link type="page"><caption> Pasukan Kurdi -yang menguasai kembali kota Sinjar pada November lalu-</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151113_dunia_kurdi_sinjar" platform="highweb"/></link> dilaporkan mampu merebut kembali kota Ramadi di wilayah barat Irak, Kamis (17/12).
Pejabat keamanan AS mengatakan serangan udara pasukan koalisi telah menewaskan sedikitnya 180 anggota ISIS, sementara 'puluhan' pasukan Kurdi tewas.
Sehari sebelumnya, Rabu (16/12), ratusan orang kelompok militan Negara Islam menyerang tiga kota terpisah di wilayah utara dan timur kota Mosul.
Pasukan ISIS menyerang basis pertahanan pasukan Kurdi Irak pada Rabu sore, dengan menggunakan senapan mesin, bom mobil, roket dan kendaraan lapis baja, kata pejabat Kurdi dan AS.

Sumber gambar, Reuters
Kota Mosul di Irak telah berada di bawah kendali kelompok ISIS sejak tahun lalu.
Sebelumnya, para menteri keuangan dari 15 belas negara anggota tetap dan tidak tetap Dewan Keamanan PBB secara bulat mengadopsi resolusi untuk <link type="page"><caption> memotong aliran dana ke kelompok yang menyebut diri Negara Islam atau ISIS</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151217_dunia_isis_dana_pbb" platform="highweb"/></link>.
Resolusi ini disusun berdasarkan resolusi yang pertama kali dikeluarkan pada tahun 1999 dengan sasaran jaringan al-Qaida.
Semua individu, kelompok atau entitas yang mendukung ISIS dan cabang-cabangnya akan dikenai sanksi PBB, termasuk pembekuan aset, larangan berpergian ke luar negeri dan embargo senjata.
Resolusi yang disahkan di New Yorkpada Kamis (17/12) ini juga mendorong semua negara untuk 'lebih aktif memberikan' nama-nama untuk dimasukkan ke dalam daftar pihak yang dikenai sanksi.









