Keluarga mahasiswa yang sakit keras diberi visa Australia

Hassan Asif

Sumber gambar, Ten Eyewitness News

Keterangan gambar, Hassan Asif didiagnosis kanker kulit pada Juli tahun ini dan minta bertemu keluarga sebelum meninggal dunia.

Pemerintah Australia akhirnya menyetujui pemberian visa kepada keluarga seorang mahasiswa dari Pakistan yang sedang sekarat.

Keputusan ini berbeda sekali dengan keputusan sebelumnya bahwa pemerintah menolak permohonan visa anggota keluarga Hassan Asif dengan alasan mereka akan tetap tinggal di Australia setelah menjenguk Asif.

Namun kini Menteri Imigrasi Australia Peter Dutton mengatakan ibu dan saudara laki-laki dari Hassan Asif diberi bisa untuk mengunjungi Asif di Australia.

Perubahan keputusan tersebut terjadi setelah mendapat tekanan masyarakat.

Asif tercatat sebagai mahasiswa arsitektur di sebuah universitas Melbourne ketika pada Juli lalu didiagnosis dengan kanker kulit yang tak bisa disembuhkan.

Oleh tim dokter, ia diberitahu harapan hidupnya tidak lama. Kasus Asif menyedot perhatian media setelah secara terbuka menyampaikan permintaan untuk bertemu dengan keluarganya sebelum ia meninggal dunia.

"Saya sedang sekarat dan ini sangat sulit karena sakit. Dalam kondisi seperti ini, semua orang ingin ditemani keluarga," kata Asif dalam wawancara dengan televisi Australia, Network Ten.

Hassan Asif selama ini dirawat oleh Melbourne City Mission, sebuah pusat bagi tunawisma.