Taliban kuasai Sangin, tentara Inggris dikerahkan ke Helmand

Prajurit Inggris

Sumber gambar, MOD

Keterangan gambar, Ada sekitar 450 prajurit Inggris bertugas untuk membimbing dan membantu tentara nasional di Afghanistan.

Tentara Inggris dikerahkan ke provinsi Helmand, Afghanistan setelah ada laporan yang menunjukkan bahwa kelompok Taliban nyaris menguasai kota Sangin.

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan sejumlah kecil personil telah dikirimkan ke kamp Shorabak di Helmand dan menjalankan tugas sebagai "penasehat".

Mereka tidak akan bertempur dan merupakan bagian dari tim NATO yang lebih besar, kata Kementerian Pertahanan.

Operasi tempur Inggris di Afghanistan berakhir tahun lalu, namun sekitar 450 tentara tetap menjalankan tugasnya dalam membimbing dan membantu tentara Afghanisan.

Tentara Afghanistan di Helmand tengah melakukan latihan kemiliteran.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Tentara Afghanistan di Helmand tengah melakukan latihan kemiliteran.

Sementara itu, bom bunuh diri Taliban di dekat Bagram menewaskan enam tentara AS pada Senin (21/12) dalam salah satu serangan paling mematikan terhadap pasukan asing di Afghanistan tahun ini.

Gubernur Helmand, Mirza Khan Rahimi, menegaskan pihak pemerintah masih mengendalikan Sangin, di provinsi Helmand, namun wakilnya sendiri mengatakan kota itu telah dikuasai oleh kelompok militan Taliban.

Juru bicara Kementrian Pertahanan Inggris mengatakan, pasukan yang dikerahkan adalah bagian dari "kontribusi tanpa henti" Inggris untuk misi dukungan terhadap NATO.

Aksi kekerasan yang dilancarkan kelompok Taliban di Provinsi Helmand.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Aksi kekerasan yang dilancarkan kelompok Taliban di Provinsi Helmand.

"Personil ini merupakan bagian dari tim NATO yang lebih besar dan akan menjadi penasehat tentara Afghanistan. Mereka tidak mengemban tugas untuk bertempur dan tidak akan dikerahkan ke luar markas," tambahnya.

Faktor baru: ISIS

Analisa: Jonathan Marcus, koresponden BBC urusan luar negeri

Provinsi Helmand sudah terkenal di telinga ribuan tentara Inggris; kota Sangin memiliki makna simbolis khusus. Lebih dari 100 tentara Inggris tewas berjuang mempertahankan Sangin sebelum daerah itu diserahkan kepada Amerika pada tahun 2010.

Operasi tempur NATO di Afghanistan seharusnya telah berakhir. Tapi pasukan keamanan Afghanistan mengalami kesulitan dan dihadapkan berbagai kekurangan diberbagai bidang mulai logistik sampai kekuatan udara. Dalam hal ini, kelompok Taliban -tidak hanya di Helmand- mampu menyoroti kelemahan ini.

Salah-satu sudut wilayah Sangin di Provinsi Heland, Afghanistan.
Keterangan gambar, Salah-satu sudut wilayah Sangin di Provinsi Heland, Afghanistan.

Dan sekarang ada faktor baru, dengan sejumlah unsur yang bersimpati kepada kelompok yang menamakan dirinya Negara Islam (ISIS). Banyak kalangan berpendapat Afghanistan dilupakan terlalu cepat, dan beberapa diantaranya khawatir negara ini bisa seperti Suriah.

Para pengungsi Afghanistan sekarang ini menjadi kategori terbesar kedua pencari suaka di Eropa. Baik NATO dan Amerika mungkin perlu memikirkan kembali ruang lingkup misi mereka.

Namun majalah Times melaporkan pengerahan pasukan ini termasuk setidaknya satu unit pasukan elit Inggris SAS sekitar 30 prajurit yang mendukung pasukan khusus Amerika dan Tentara nasional Afghanistan.

Majalah ini mengatakan SAS dan pasukan Amerika berperang untuk mengendalikan kota di Helmand. Namun, Departemen Pertahanan menolak untuk mengomentari setiap operasi yang melibatkan SAS.

Tentara Afghanistan dalam sebuah patroli di sebuah wilayah di Provinsi Helmand.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Tentara Afghanistan dalam sebuah patroli di sebuah wilayah di Provinsi Helmand.

Kapten Doug Beattie, yang bertugas di Afghanistan selatan, menyatakan kecewa pada situasi tersebut dan mengatakan kepada The Times: "Nampaknya darah, keringat dan kerja keras yang kami keluarkan menjadi sia-sia."

Anda harus bertanya pada diri sendiri dengan pertanyaan: Mengapa semua itu gagal? Apakah semua itu tidak ada apa-apanya?"

Sekitar 12.000 tentara asing dikerahkan sebagai bagian dari koalisi pimpinan NATO, yang bertujuan untuk mendukung pasukan keamanan Afghanistan itu sendiri.

Peperangan di Sangin terjadi setahun setelah Inggris mengakhiri operasi militer di Afghanistan, yang telah menewaskan setidaknya 450 prajurit.

Selama pengerahan pasukan di Helmand, militer Inggris telah kehilangan banyak prajuritnya di Sangin.