Cina tuduh Amerika lakukan provokasi militer di Laut Cina Selatan

Spratly

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Wilayah reklamasi yang dipersoalkan di kepulauan Spratly, Laut Cina Selatan.

Cina menuduh Amerika Serikat melakukan "provokasi militer yang serius" dengan <link type="page"><caption> menerbangkan dua pesawat pengebom B-52 </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151113_dunia_spratly_amerika.shtml" platform="highweb"/></link>dekat pulau yang diakui Beijing sebagai wilayah mereka di Laut Cina Selatan.

Pernyataan dari kementerian pertahanan Cina menyatakan dua pesawat pengebom B-52 memasuki wilayah udara kepulauan Spratly.

"Tindakan ini merupakan provokasi militer yang serius yang membuat masalah di Laut Cina Selatan bertambah rumit, dan menyumbang pada militerisasi wilayah ini," kata kementerian pertahanan Cina di situs web mereka.

Beberapa kali Amerika <link type="page"><caption> mengirim kapal mendekat ke wilayah tersebut</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151027_dunia_cina_as_kapal.shtml" platform="highweb"/></link> sebagai bagian dari operasi "Kebebasan Navigasi".

Namun penerbangan pesawat pengebom ini, seperti dikatakan juru bicara Pentagon Bill Urban, bukan merupakan bagian dari operasi tersebut, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Menurut Pentagon, satu dari dua pesawat tersesat ke wilayah yang disengketakan akibat cuaca yang buruk.

Wilayah kaya sumber daya alam di Laut Cina Selatan ini menjadi sumber sengketa antara Cina dengan beberapa negara di Asia Tenggara yaitu Vietnam, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Brunei.

Cina yang membangun pulau buatan di wilayah itu, mendapat protes dari Amerika Serikat yang mengatakan pulau itu mengganggu prinsip kebebasan navigasi di sana.