Cina bela pembangunan di wilayah sengketa

Sumber gambar, AP
Cina membela pembangunan infrastruktur di kepulauan sengketa di Laut Cina Selatan.
Pemerintah Beijing menyatakan tidak bermaksud memiliterisasi daerah itu dan menuduh <link type="page"><caption> Amerika Serikat melakukan provokasi dengan mengirim kapal angkatan laut</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151113_dunia_spratly_amerika" platform="highweb"/></link> ke wilayah tersebut bulan lalu.
Pernyataan wakil menteri luar negeri Cina disampaikan di sela-sela KTT tahunan ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia.
Cina menyatakan sebagian besar wilayah Laut Cina Selatan sebagai daerahnya, tetapi empat negara Asia Tenggara juga menyatakan hal yang sama.
Pada hari Rabu (18/11) Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mendesak Cina untuk menghentikan reklamasi lahan di perairan sengketa.
Cina berulang kali mengatakan proyek tersebut tidak melanggar hukum.
Reklamasi wilayah yang dimulai akhir tahun 2013 itu menjadikan karang yang di bawah permukaan laut menjadi pulau.
"Membangun dan mempertahankan fasilitas militer, ini diperlukan pertahanan nasional Cina disamping untuk melindungi kepulauan dan karang tersebut," kata Wakil Menteri Luar Negeri Cina Liu Zhenmin.
Cina, menurut Liu, berencana memperluas dan memperbaiki fasilitas sipil di kepulauan itu dengan alasan "agar lebih baik melayani kapal komersial, nelayan, membantu kapal yang bermasalah dan memberikan layanan umum."









