Swiss tahan dua warga Suriah terkait dugaan aksi teror

Sumber gambar, AFP
Dua orang asal Suriah ditahan di Jenewa atas dugaan pembuatan, penyembunyian, dan pemindahan bahan peledak, kata jaksa agung Swiss.
Dua orang tersebut juga diduga melanggar hukum yang melarang kelompok seperti al-Qaeda dan ISIS, tambah pernyataan tersebut.
Jaksa di Jenewa mengatakan ada jejak bahan peledak dalam mobil mereka.
Sepanjang minggu ini, Jenewa berada dalam tingkat pengamanan tinggi di tengah ketakutan akan sel ISIS berada di sana.

Sumber gambar, EPA
Presiden Swiss Simonetta Sommaruga pada Jumat mengatakan bahwa "otorias asing" memberi informasi akan "kemungkinan sel ISIS di area Jenewa" namun tak ada indikasi bahwa "serangan nyata" direncanakan.
Jaksa penuntut Jenewa Olivier Jornot, dalam konferensi pers mengatakan, bahwa dua warga Suriah tersebut baru tiba di Swiss dan tak bisa berbicara bahasa Prancis saat ditahan pada Jumat.
Mereka "diberhentikan oleh polisi Jenewa...karena peningkatan keamanan yang wajib dilakukan oleh polisi," katanya. "Orang-orang ini, karena perilaku dan kewarganegaraan mereka, harus menjalani pemeriksaan yang lebih mendalam, dan pemeriksaan ini menunjukkan ada jejak bahan peledak dalam mobil yang mereka gunakan."
Dia mengatakan tak ada bukti gas beracun yang ditemukan.

Sumber gambar, AP
Pernyataan awal dari kantor jaksa menyatakan bahwa sudah ada tuntutan hukum terhadap dua orang ini karena hukum Swiss melarang pembuatan dan pemindahan bahan peledak serta gas beracun.
Media Swiss melaporkan bahwa informasi kemungkinan sel teror di Jenewa berasal dari Amerika Serikat.
Koran Le Temps mengutip sumber yang tahu penyelidikan dan mengatakan bahwa intelijen AS mengidentifikasi tiga sel kelompok jihad di Chicago, Toronto, dan Jenewa.
Pada Kamis, keamanan di sekitar sinagoge, gedung PBB, dan rumah dubes Prancis ditingkatkan, begitu pula di stasiun kereta, bandara, dan tempat-tempat umum lainnya.









