Para jihadis yang ditangkap, "siap melancarkan serangan"

Sumber gambar, AFP
Ke-13 tersangka anggota jaringan pejihad yang ditangkap dalam penggrebekan di seantero Eropa, diduga menggalang para pejihad asing untuk dikirim ke Suriah dan Irak.
Penggrebekan di Finlandia, Jerman, Italia, Norwegia, Swiss dan inggris, menyasar Rawti Shax, yang berusaha membentuk kekhalifahan di kawasan Kurdistan Irak.
Salah satu yang ditangkap adalah Mullah Krekar, pemimpin kelompok ini.
Kepolisian Italia mengatakan, kelompok itu juga merancang serangan yang bertujuan membebaskan Mullah Krekar dari sebuah penjara di Norwegia.
Krekar, seorang Kurdi Irak, tengah menjalani hukuman penjara untuk perbuatannya mengancam dan mendorong orang lain untuk melakukan perbuatan pidana. Ia juga merupakan pendiri gerakan kekerasan Kurdi, Ansar al-Islam.
'Jaringan gelap'
Dalam <link type="page"><caption> penggrebekan hari Kamis</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151112_dunia_eropa_jihadis" platform="highweb"/></link>, para pemimpin dan anggota Rawti Shax ditangkap di Italia, Norwegia dan Inggris, sementara di Jerman, Finlandia dan Swiss, berlangsung penggeledahan di sejumlah bangunan
Jenderal Giuseppe Governale dari Regu Operasi Khusus Carabinieri, Italia, yang melancarkan investigasi mengatakan kepada wartawan di Roma, bahwa operasi itu merupakan "operasi polisi yang paling penting di Eropa dalam 20 tahun terakhir".
Dalam operasi itu, "dibongkar suatu sel terpadu" yang telah dikembangkan di 'jaringan gelap', platform [internet] yang tak banyak diketahui yang berhasil kami tembus," katanya.
Sel pejihad ini, sang jenderal menduga, "sedang dalam proses melanjutkan pengiriman banyak pejihad lain ke luar negeri, sedang berusaha melancarkan serangan -termasuk bom bunuh diri, dalam upaya membebaskan pemimpin mereka, Mullah Krekar".
Para pejihad bisa saja membidik diplomat Norwegia dan Inggris dalam rencana serangan mereka, kata jenderal Governale, dikutip media Italia.
Betapapun, Unit Kerjasama Yudisial Uni Eropa (Eurojust), polisi Inggris, dan Dinas Rahasia Polisi Norwegia tidak bisa mengkonfirmasi adanya sebuah plot terhadap diplomat mereka.










