Mesir selidiki kemungkinan bom di pesawat maskapai Rusia

Pemerintah Mesir memulai penyelidikan untuk mengetahui apakah ada bom di dalam pesawat Rusia yang jatuh dua pekan lalu.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Pemerintah Mesir memulai penyelidikan untuk mengetahui apakah ada bom di dalam pesawat Rusia yang jatuh dua pekan lalu.

Pemerintah Mesir memulai penyelidikan atas insiden jatuhnya pesawat milik maskapai Rusia di Semenanjung Sinai, dua pekan lalu. Penyelidikan difokuskan untuk mengetahui apakah ada bom di dalam pesawat tersebut.

Kepada wartawan BBC, Frank Gardner, seorang pejabat Mesir mengatakan badan intelijen negaranya tengah menyelisik berbagai celah yang memungkinkan bom diletakkan di dalam ruang bagasi pesawat.

Pejabat tersebut mengaku investigasi mencakup pemeriksaan tayangan rangkaian kamera CCTV area bagasi Bandara Sharm el-Sheikh untuk menemukan apapun yang mencurigakan.

Segenap karyawan bandara pun ikut diinterogasi serta digeledah setiap masuk dan keluar. Padahal, sebelum insiden pesawat jatuh, hanya 20%-30% karyawan yang digeledah.

Antisipasi keamanan tidak berhenti di situ. Sejumlah serdadu Mesir menjagai setiap pesawat yang tengah diparkir. Kemudian di luar gedung bandara, mobil-mobil dihentikan satu kilometer sebelum memasuki terminal untuk diperiksa apakah memiliki jejak bahan peledak.

Hal ini dilakukan setelah sejumlah pakar antiterorisme dari negara-negara Barat mencurigai keamanan bandara bisa ditembus milisi yang berafiliasi dengan ISIS dengan menyuap karyawan bandara.

“Kami bersedia membayar harga berapapun agar insiden itu tidak terulang,” kata pejabat Mesir.

Keamanan di Bandara Sharm el-Sheikh diperketat.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Keamanan di Bandara Sharm el-Sheikh diperketat.

Bahan peledak

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Inggris menyatakan ada <link type="page"><caption> kemungkinan kecelakaan pesawat Rusia di Mesir disebabkan oleh bom</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151105_dunia_pesawat_rusia_bom" platform="highweb"/></link>.

"Kami menyimpulkan ada kemungkinan signifikan bahwa kecelakaan itu disebabkan bahan peledak di dalam pesawat," kata Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond, 4 November lalu.

Pernyataan itu ditegaskannya kembali saat berkunjung ke Washington DC untuk menemui Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, pada Senin (09/11) waktu setempat.

Kali ini, Hammond menambahkan bahwa ada kemungkinan ISIS terlibat.

“Bukan berarti ini adalah serangan langsung dari markas ISIS di Suriah. Mungkin saja ada individu yang terinspirasi dengan ISIS dan teradikalisasi oleh propaganda ISIS lalu beraksi atas nama ISIS tanpa diperintahkan,” kata Hammond, seperti dikutip AFP.

Pesawat maskapai Metrojet terbang dari kawasan wisata Mesir, Sharm el-Sheikh, menuju St Petersburg namun jatuh di Sinai sekitar 23 menit setelah lepas landas.

<link type="page"><caption> Seluruh 224 awak dan penumpangnya -yang sebagian besar warga Rusia- meninggal dalam kecelakaan itu</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151031_dunia_pesawat_korban" platform="highweb"/></link>.