Aung San Suu Kyi berniat berada "di atas presiden"

Aung San Suu Kyi

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Aung San Suu Kyi dalam jumpa pers hari Kamis (5/11)

Pemimpin oposisi Burma atau Myanmar Aung San Suu Kyi mengatakan ia akan berada "di atas presiden" apabila partai yang dipimpinnya, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), memenangkan Pemilihan Umum hari Minggu (8/11) mendatang.

Dalam jumpa pers di Yangon, yang merupakan jumpa pers terakhir sebelum pencoblosan, ia mengatakan: "Saya akan berada di atas presiden. Ini sebuah pesan yang sangat sederhana."

Disebutkannya, tak ada ketentuan di konstitusi yang melarang hal ini.

Pemerintah, katanya, akan harus menjalankan kebijakan-kebijakan yang digariskannya.

The NLD diyakini akan memenangkan Pemilu. Namun Suu Kyi tidak dimungkinkan untuk menjadi presiden, berdasarkan ketentuan di Konstitusi yang dirancang milter.

Dalam ketentuan itu, seseorang tidak bisa menjadi presiden jika menikah dengan orang asing dan juga memiliki anak orang asing.

Sebelumnya, <link type="page"><caption> Suu Kyi telah bersumpah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151007_dunia_myanmar_suukyi" platform="highweb"/></link> bahwa dia akan memimpin negaranya jika partainya Liga Nasional Demokrasi, NLD, memenangkan pemilihan umum.

<link type="page"><caption> Pekan lalu, pawai kelompok oposisi Myanmar diserang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151030_dunia_oposisimyanmar_diserang" platform="highweb"/></link> oleh kelompok bersenjata pisau dan pedang di kota Yangon.

Sementara Presiden Myanmar <link type="page"><caption> menyerukan rakyat untuk tidak memilih oposisi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151103_dunia_myanmar_pemilu" platform="highweb"/></link>, dengan alasan reformasi yang tergesa bisa menciptakan pertumpahan darah.

Wartawan BBC di Burma, Jonah Fisher in Yangon mengatakan bahwa ucapannya ini merupakan penegasan paling kuat bahwa ia tetap ingin memerintah negerinya.

Pemilu ini akan merupakan pemungutan suara paling terbuka sejak 25 tahun lalu.

Lebih dari 90 partai turut berlaga dalam pemilu pertama sejak pemerintah yang diwarnai politisi sipil berkuasa sejak 2011