Disepakati, gencatan senjata militer dan pemberontak Myanmar

pemberontak Burma

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Front Demokratik Mahasiswa Seluruh Burma ikut menanda-tangani kesepekatan, tapi tidak sekutu mereka, Tentara kemerdekaan Kachin

Pemerintah Myanmar, atau dikenal juga sebagai Burma, menandatangani kesepakatan gencatan senjata dengan delapan kelompok etnik bersenjata.

Upacara penandatanagan di ibukota, Nay Pyi Taw, merupakan buah dari perundingan pelik selama dua tahun.

Betapapun, kelompok-kelompok pemberontak paling aktif, sebanyak tujuhd ari 15 yang terlibat dalam perundingan, tidak ikut menandatangani kesepakatan

Sejak merdeka dari Inggris tahun 1948, Myanmar menghadapi perlawanan bersenjata dari berbagai kelompok etnik yang memberontak, yang menuntut otomomi lebih luas.

Menurut wartawan BBC di Nay Pyi Taw, Jonah Fisher, kesepakatan itu tak berdampak banyak untuk menghentian konflik yang masih marak, karena delapan kelompok itu sudah pula sebelumnya sudah memiliki kesepakatan gencatan senjata secara bilateral dengan pemerintah.

pemerintah Burma

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, Pemerintah presiden semi sipil Thein Sein yang berkuasa sejak 2011, mulai berunding sejak dua tahun lalu.

Namun pemerintah berharap, ini bisa menjadi langkah pertama ke arah kesepakatan politik yang langgeng.

Di antara yang tidak ikut menandatangani adalah kelompok pemberontak terbesar, Tentara Negara Wa Bersatu, dan Organisasi Kemerdekaan Kachin dengan sayap militer Tentara Kemerdekaan Kachin yang menguasai sebagian besar kawasan timur laut negara bagian Kachin, dan kerap baku senjata dengan tentara Burma.

Para perunding mengatakan kepada BBC, kendati tak ikut tandatangan, ke-tujuh kelompok itu sudah menyepakati rancangan kesepakatan.

Awal pekan ini seluruh kelompok yang menandatangani kesepakatan sudah dihapus dari daftar "lembaga ilegal."