Tentara Myanmar diinstruksikan pilih sosok 'tepat'

 Min Aung Hlaing

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Min Aung Hlaing sudah menyatakan akan menghormati apapun hasil pemilu.

Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar mengeluarkan instruksi kepada para tentara dan anggota keluarga mereka tentang bagaimana memilih yang tepat dalam <link type="page"><caption> pemilihan umum bersejarah pada 8 November</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150708_dunia_myanmar_pemilu" platform="highweb"/></link> mendatang.

Dalam instruksinya di Naypyitaw, Jenderal Min Aung Hlaing mengatakan mereka harus menjatuhkan pilihan pada sosok yang paham militer, yang dapat melindungi ras dan agama dan bebas dari pengaruh asing.

Ia tidak sampai menyebut nama, tetapi seperti dilaporkan oleh wartawan BBC di Myanmar, Jonah Fisher, perintah panglima ini hampir sama dengan instruksi untuk tidak memilih pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi.

Kandidat USDP

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Para kandidat USDP yang didukung militer menghadiri kampanye di ibu kota Naypyitaw.

Oleh kalangan nasionalis Buddha, Suu Kyi dituding cenderung mendukung masyarakat Muslim. Ia juga menikah dengan seorang pria Inggris yang kini telah meninggal dunia dan dua putranya berkewarganegaraan Inggris.

Bagaimanapun Min Aung Hlaing sudah menegaskan akan menghormati hasil pemilihan siapa pun yang menang.

"Tetapi tidak diragukan lagi siapa yang didukung oleh Min Aung Hlaing," lapor Jonah Fisher.

Aung San Suu Kyi

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, Jika partai Suu Kyi memperoleh suara mayoritas, pemimpin oposisi itu belum tentu bisa menjadi presiden karena pernah bersuamikan orang asing.

Dalam seminggu terakhir ini panglima tampak mendampingi Presiden Thein Sein dalam kampanye pemilu.

Partai pimpinan Aung Suu Kyi, NLD, diperkirakan akan mengalahkan USDP pimpinan Thein Sein. Jika hal itu terjadi, maka perundingan alot diperkirakan akan memakan waktu lama.