Topan Koppu melanda Filipina, 54 orang meninggal

Topan Koppu membawa angin berkecepatan 210 kilometer per jam.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Topan Koppu membawa angin berkecepatan 210 kilometer per jam.

Jumlah korban meninggal akibat Topan Koppu di Filipina telah mencapai sedikitnya 54 orang, pada Kamis (22/10).

<link type="page"><caption> Topan Koppu mencapai pesisir timur Pulau Luzon</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151018_dunia_kerusakan_koppu" platform="highweb"/></link>, Minggu (18/10), dengan membawa hujan dan angin berkecepatan 210 kilometer per jam.

Akibatnya, sejumlah daerah di Provinsi Bulacan dan Pampanga yang berjarak dua jam berkendara dari Ibu kota Manila terendam banjir hingga tiga meter. Sebanyak 60.000 warga pun mengungsi ke pusat-pusat evakuasi.

“Bayangkan dua hingga tiga hari hujan yang terus-menerus dari gunung,” kata Nigel Lontoc, asisten direktur kantor pertahanan sipil, sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Lebih dari 100.000 orang berada di tempat penampungan.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Lebih dari 100.000 orang berada di tempat penampungan.

Berdasarkan data badan pemantauan bencana nasional, lebih dari 100.000 orang masih berada di tempat pengungsian selagi Topan Koppu merusak 5% dari panen beras kuartal keempat.

“Kami sangat takut dan berdoa di bawah meja selama berjam-jam setelah angin melempar atap dan rumah kami. Saya telah mengalami sekian banyak topan dalam hidup, namun ini yang terburuk. Saya tidak punya apa-apa lagi, tiada makanan dan tiada penghidupan,” ujar Andres Subang, 72, kepada kantor berita Reuters.

Pemerintah Filipina sulit mengirimkan bantuan karena pesawat dan helikopter tidak bisa terbang.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Pemerintah Filipina sulit mengirimkan bantuan karena pesawat dan helikopter tidak bisa terbang.

Sejauh ini, <link type="page"><caption> pemerintah Filipina</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151019_dunia_filipina_koppu" platform="highweb"/></link> sulit mencapai korban lantaran pesawat dan helikopter militer yang hendak mengirimkan bantuan tidak dapat terbang akibat angin topan. Beberapa kawasan masih terendam banjir, tanpa hubungan listrik dan komunikasi.

Perkiraan sementara pemerintah menunjukkan kerugian akibat kerusakan pertanian dan infrastruktur mencapai sedikitnya 5,3 miliar peso atau sekitar Rp1,5 triliun.

Koppu ialah topan ke-12 yang melanda Filipina tahun ini. Pada 2013, topan Haiyan mengakibatkan lebih dari 7.300 orang meninggal atau hilang.