Petugas di Filipina terus berupaya capai korban Topan Koppu

Filipina

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Banyak warga menyelamatkan diri ke atap rumah.

Petugas penyelamat di Filipina masih terus berupaya untuk mencapai para korban yang terperangkap banjir akibat Topan Koppu di Pulau Luzon.

Banyak yang menyelamatkan diri ke atap rumah sambil menunggu bantuan.

Tentara, polisi, dan sukarelawan sudah dikerahkan untuk mencapai para korban yang masih terperangkap banjir dan hujan lebat.

Ketua Palang Merah Filipina, Richard Gordon, mengatakan kepada BBC bahwa sejumlah perahu penyelamat sudah pula digunakan.

Di beberapa tempat, ketinggian air mencapai empat meter.

Pengungsi di Filipina

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Sejumlah orang masih dinyatakan hilang sehingga jumlah korban jiwa diperkirakan akan bertambah.

Puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan diri sejak <link type="page"><caption> pemerintah mengeluarkan peringatan akan datangnya Topan Koppu.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151018_dunia_koppu_tiba" platform="highweb"/></link>

Adapun korban jiwa sedikitnya mencapai sembilan orang, sejumlah lainnya masih dinyatakan hilang, sehingga jumlah korban jiwa diperkirakan akan bertambah.

Walau saat ini kekuatan topan sudah melemah, prakiraan cuaca menyebutkan Koppu masih akan menerjang sedikitnya dua hari lagi.

Tentara

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Tentara dan polisi dikerahkan untuk memberikan bantuan.

Dalam pidato di TV, Jumat (16/10) pekan lalu, Presiden Benigno Aquino memperkirakan <link type="page"><caption> enam juta orang tinggal di jalur topan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151017_dunia_filipina_topan" platform="highweb"/></link> dan meminta warga mendengar instruksi pemerintah dan siap mengungsi jika diperlukan.

Topan Koppu juga menumbangkan tiang-tiang listrik sehingga beberapa wilayah padam listrik dan menyebabkan penundaan puluhan penerbangan serta perjalanan kapal laut.