Topan Hagupit dekati Filipina

Topan Hagupit Filipina
Keterangan gambar, Masyarakat setempat menyiapkan stok perbekalan untuk menghadapi datangnya topan Hagupit

Warga Filipina bersiap menghadapi Topan Hagupit yang akan menerjang sebagian pulau di negara itu pada Sabtu (6/12) mendatang.

Hagupit, yang sedang melaju di Samudera Pasifik, diprediksi bakal menghantam wilayah yang pernah dilanda <link type="page"><caption> Topan Haiyan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131109_filipina_korban" platform="highweb"/></link> setahun lalu.

Topan Hagupit berkecepatan hingga 170km/jam dan saat menerjang Filipina akan menjadi badai kategori 4.

Ribuan orang, yang masih tinggal di tempat penampungan sementara, telah diberitahu untuk mengungsi ke pusat-pusat evakuasi.

Haiyan, yang dikenal dengan nama Yolanda di Filipina, tercatat sebagai topan terkuat yang pernah melanda negara itu.

Topan itu telah meluluhlantakan wilayah Filipina Tengah pada November 2013, mengakibatkan lebih dari 7.000 orang tewas atau hilang.

Hagupit diharapkan tidak sekuat Haiyan, namun bisa mengakibatkan kepanikan.

Evakuasi

Wakil Wali Kota <link type="page"><caption> Tacloban</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131112_filipina_topan_haiyan_korban" platform="highweb"/></link>, kota yang terkena dampak paling buruk Topan Haiyan, mengatakan pihak berwenang telah melaksanakan perintah evakuasi.

"Tidak ada lagi alasan untuk kami. Topan Yolanda telah merenggut banyak nyawa, itu sudah berada di luar hati nurani kami," kata Jerry Yaokasin kepada wartawan.

Namun, kepada kantor berita AFP, dia mengatakan, "Masalah kami adalah, kami tidak memiliki pusat-pusat evakuasi yang memadai."

Sejumlah ahli meteorologi mengatakan Hagupit bisa saja membelok ke utara menuju Jepang dan melewati Filipina, namun para pejabat mengatakan mereka sudah menyiapkan skenario terburuk.

Helen Buena, seorang karyawan di sebuah supermarket di Tacloban, mengaku sudah menyiapkan perbekalan.

"Memang di sini belum turun hujan tapi orang-orang panik membeli sejumlah barang untuk perbekalan setelah mendengar tentang peringatan topan di televisi dan radio," katanya kepada AFP.