Inggris dan Cina sepakati pembangunan PLTN

Cameron Xi Jinping

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, Dalam 10 tahun, diharapkan Cina akan menjadi mitra dagang terbesar kedua bagi Inggris.

Inggris dan Cina mencapai kesepakatan untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Hinkley Point, Somerset, Inggris.

Hal ini dipastikan dalam jumpa pers yang dihadiri Perdana Menteri David Cameron dan Presiden Xi Jinping, hari Rabu (21/10).

Perusahaan negara EDF Energy menyatakan biaya yang dibutuhkan sebesar £18 miliar (sekitar Rp383 triliun) dan BUMN Cina, China General Nuclear Power Corporation (CGN), akan membayar £6miliar atau sepertiga dari biaya tersebut.

EDF menyatakan akan menjual 15% saham mereka kelak, tapi tetap akan memegang saham mayoritas.

Kesepakatan senilai lebih dari £30miliar antara Inggris dengan Cina diharapkan akan dicapai dalam kunjungan presiden Xi Jinping dalam <link type="page"><caption> kunjungan kenegaraan selama empat hari di Inggris</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151019_cina_inggris_xi.shtml" platform="highweb"/></link>.

Perdebatan

Bulan lalu, Menteri Keuangan Inggris George Osborne mengunjungi Cina membicarakan kesepakatan pembangunan PLTN di Hinkley Point ini.

Proyek Hinkley Point telah mengundang perdebatan terkait biaya dan penundaan keputusan investasi serta jangka waktu pembangunannya.

Hinkley Point

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Lokasi PLTN Hinkley Point, di mana Cina akan menanamkan £6miliar ke proyek ini.

Pemerintah juga dikritik karena menjamin proyek ini seharga £92,50 per megawatt listrik yang dihasilkan -lebih dari dua kali lipat harga saat ini- oleh proyek Hinkley.

Ini artinya harga listrik yang lebih mahal buat konsumen, kata para pengkritik semisal Greenpeace.

Mitra dagang

Pemerintah Inggris berencana menjalankan uji coba yang memperbolehkan warga Cina untuk mendapat visa turis selama dua tahun di Inggris dengan biaya £85 (sekitar Rp1,8 juta), sedangkan biayanya sekarang adalah £324 (sekitar Rp6,8juta).

Kebijakan ini dibuat untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Cina ke Inggris.

Jumlah mereka meningkat lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir.

Kementrian keuangan berharap dalam 10 tahun Cina akan menjadi mitra dagang nomer dua terbesar Inggris.