Serangan pemerintah ke Aleppo, 70.000 mengungsi

Sumber gambar, Reuters
Sedikitnya 70.000 warga Suriah sudah mengungsi dari kota Aleppo selama tiga hari belakangan, sejalan dengan serangan tentara pemerintah atas kelompok pemberontak, menurut para pegiat.
Dr Zaidoun al-Zoabi -pimpinan Persatuan Organisasi Bantuan Medis Suriah- mengatakan kepada BBC bahwa beberapa kampung yang dikunjunginya sudah kosong.
Dia juga menyaksikan langsung ribuan orang mengungsi tanpa tempat penampungan maupun bantuan kesehatan.
Serangan pasukan pemerintah ini ke Aleppo merupakan yang terbaru dari sedikitnya empat <link type="page"><caption> operasi militer pemerintah yang mendapat dukungan dari serangan udara Rusia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151011_dunia_suria_rusia" platform="highweb"/></link> dalam waktu dua pekan belakangan.

Sumber gambar, AFP
Selain serangan atas kawasan pinggiran Aleppo -yang dikuasai kelompok pemberontak- tentara pemerintah juga menyerang kawasan utara kota Homs dan Hama, serta beberapa tempat di Provinsi Latakia.
Kelompok pemberontak 'moderat' -tidak termasuk Negara Islam atau ISIS- tahun lalu berhasil menguasai wilayah-wilayah yang strategis.

Sumber gambar, Reuters
Kekalahan pasukan pemerintah mendorong serangan udara Rusia, yang merupakan pendukung Presiden Bashar al-Assad, <link type="page"><caption> namun Rusia menyatakan serangan udara mereka ditujukan atas posisi-posisi ISIS.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151012_dunia_putin_suriahupdate" platform="highweb"/></link>
Sementara di lapangan, Iran -yang juga sekutu pemerintah Damaskus- dilaporkan mengerahkan ratusan pasukan darat walau pemerintah Teheran sebelumnya menegaskan hanya mengirim penasihat militer.
Kekerasan di Suriah antara lain menyebabkan <link type="page"><caption> krisis pengungsi di Eropa dalam beberapa waktu belakangan.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151018_dunia_slovenia_imigran" platform="highweb"/></link>









