Slovenia akan batasi arus imigran

Imigran di Slovenia

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Banyak imigran menggunakan Slovenia sebagai rute alternatif menuju Eropa Barat.

Slovenia memperingatkan bahwa negara itu tidak dapat menerima imigran dalam jumlah tak terbatas sehingga menimbulkan kekhawatiran akan terjadi penumpukan di negara-negara tetangga.

Ribuan imigran dan pengungsi, sebagian besar dari Suriah, Irak dan Afghanistan, diarahkan melalui Kroasia menuju Slovenia setelah Hungaria menutup perbatasannya.

Namun Kementerian Dalam Negeri Slovenia menegaskan negaranya hanya dapat menerima 1.500 orang per hari.

Sebagian dari mereka berniat melewati Slovenia menuju Austria tetapi para pejabat di negara itu juga sudah menetapkan kuota harian.

Merkel dan Erdogan

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Dalam pertemuan di Istanbul, Merkel dan Presiden Recep Tayyip Erdogan berjanji akan bekerja sama.

Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel dalam kunjungan ke Turki mengatakan kedua negara berjanji akan bekerja sama untuk menangani membanjirnya imigran dan pengungsi.

Lebih lanjut Merkel mengakui Turki selama ini kurang mendapat bantuan.

"Sampai sekarang Turki tidak banyak mendapat bantuan internasional untuk memberikan pelayanan kepada pengungsi, jumlahnya lebih dari dua juta pengungsi Suriah, ratusan ribu pengungsi Irak.

"Dan fakta bahwa tugas besar sedang diemban di Turki ini maka hal itu menimbulkan tekanan terhadap pergerakan manusia tertentu, melalui migrasi gelap," jelasnya pada Minggu (18/10).