Lagi, wisatawan asing diculik di Filipina

Dua warga Kanada, seorang Norwegia dan seorang perempuan Filipina diculik dari sebuah kawasan turis di Filipina selatan.
Seorang juru bicara militer, Kapten Alberto Caber, mengatakan, mereka diculik hari Senin (21/9) oleh segerombolan orang bersenjata dari resor Holiday Ocean View di pulau Samal, dekat kota Davao, Mindanao.
Para penyerang yang belum diketahui identitasnya itu membawa para korbannya dengan sebuah perahu motor.
Menurut Alberto Caber kepada para wartawan, kemungkinan besar ini bukan penculikan acak: keempat korban tampaknya memang sudah diintai untuk diculik.
Sejak tahun 1990, kawasan selatan Filipina didera berbagai kasus penculikan turis oleh kelompok-kelompok Muslim militan, yang bermaksud meminta uang tebusan.
Pihak berwenang menyebutkan, dua warga Kanada itu adalah John Ridsel dan Robert Hall. Sementara warga Norwegia, bernama Kjartan Sekkingstad, disebutkan merupakan manajer resor itu. Adapun perempuan warga Filipina itu tidak diungkap identitasnya namun disebut sebagai pasangan dari warga Kanada.
Disebutkan, saat kejadian menjelang tengah malam itu ada dua turis Jepang yang berusaha mencegah penculikan, namun gagal.
Kantor berita AP mengutip Kapten Caber menyebut, Filipina telah menerjunkan angkatan laut untuk menutup perairan itu agar para penculik tak bisa mencapai pulau lain di barat daya yang dikenal sebagai kubu kaum militan.
Pada tahun 2014 pemerintah Filipina menandatangani kesepakatan damai dengan kelompok pemberontak terbesar, Moro Islamic Liberation Front, namun hingga kini masih harus terus bertempur dengan kelompok-kelompok lain yang lebih kecil.
Kawasan sekitar pulau Samal sebetulnya tergolong damai selama bertahun-tahun belakangan. Kejadian terakhir terjadi 2001 ketika kelompok Abu Sayyaf berusaha menculik para wisatawan untuk dibawa ke pulau lain.
Kelompok itu hingga sekarang masih menyekap sejumlah sandera yang disebar di berbagai tempat terpencil.









