Penculikan di PNG: Tim RI 'diancam' pelaku

Pulus Waterpauw

Sumber gambar, BBC Indonesia

Keterangan gambar, Kapolda Papua, Pulus Waterpauw, menjelaskan pengejaran tak bisa diteruskan setelah pelaku masuk ke wilayah Papua Nugini.

Dua warga negara Indonesia yang diculik kelompok bersenjata di Papua Nugini hingga hari Kamis (17/09) petang Waktu Indonesia Timur belum juga bisa dibebaskan.

Kapolda Papua, Irjen Polisi Paulus Waterpauw, menjelaskan bahwa tim perunding dari Indonesia yang berusaha menemui pelaku penculikan bahkan menerima ancaman.

"Tim kami mendapat tekanan, diancam oleh kelompok penyekap. Jadi (perundingan untuk membebaskan dua WNI) tak bisa dilanjutkan," kata Waterpauw kepada wartawan BBC Indonesia, Mohamad Susilo.

"Ancamannnya tim akan ditembak," ungkap Waterpauw.

Pengejaran

<link type="page"><caption> Tim ini terdiri dari tiga kepala suku di perbatasan antara Papua dan Papua Nugini</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/09/150916_indonesia_papua.shtml" platform="highweb"/></link> yang didampingi beberapa perwira polisi.

Meski belum berhasil, tim Indonesia mendapatkan foto bahwa dua WNI, Hasanuddin dan Badar, memang dipastikan disekap oleh kelompok bersenjata di lokasi yang masuk wilayah Papua Nugini.

Waterpauw mengatakan keduanya ditangkap oleh apa yang disebut sebagai kelompok kriminal bersenjata sejak akhir pekan lalu.

Ada tiga WNI lain dalam insiden ini, satu mengalami luka tembak, dua melarikan diri dan sekarang dalam keadaan aman. Sedang dua lagi -Hasanuddin dan Badar- ditangkap dan belakangan diketahui dibawa masuk ke Papua Nugini.

Polda Papua bersama pihak-pihak terkait melakukan pengejaran, tapi upaya ini tak bisa diteruskan karena pelaku penculikan membawa Hasanuddin dan Badar ke wilayah Papua Nugini.