Pembangunan kawasan Masjidil Haram jadi sorotan

Sumber gambar, Reuters
- Penulis, Jerome Wirawan
- Peranan, Wartawan BBC Indonesia
Pembangunan di kawasan Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, menjadi sorotan setelah insiden ambruknya katrol besar menewaskan ratusan jemaah haji, pada Jumat (11/09).
Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia yang bernaung di bawah Nahdlatul Ulama, Agus Sunyoto, menunjuk faktor keselamatan sebagai hal utama.
“Ketika musim haji, seharusnya pembangunan dihentikan, tidak diteruskan begitu. Ini kan (menyangkut) keselamatan banyak orang. Akhirnya ketika terjadi kecelakaan kerja, jemaah yang jadi korban, banyak,” ujar Agus kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.
Pandangan itusenada dengan argumen Irfan Al-Alawi dari Islamic Heritage Research Foundation. Cendekiawan itu mengatakan pemerintah Arab Saudi seharusnya mengutamakan keselamatan warga dan calon haji mengingat terdapat 15 katrol besar di sekeliling Masjidil Haram.
“Seluruh kawasan (masjid) seperti area konstruksi. Arab Saudi harus memikirkan ulang strategi keselamatan dan kesehatan lantaran ada 800.000 orang di kawasan masjid, saat kecelakaan terjadi,” kata Al-Alawi.

Sumber gambar,
Dalam insiden Jumat (11/09), jumlah korban meninggal dunia mencapai sedikitnya 107 orang, <link type="page"><caption> termasuk tujuh warga Indonesia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150912_dunia_korban_mekah_update" platform="highweb"/></link>.
Ketujuh WNI tersebut ialah Masnauli Hasibuan dari embarkasi Medan (MES 09), Siti Rasti Darmini dari embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 03), Painem Dalio Badullah (MES 8), Saparini Baharuddin Abdullah (MES 8), Nurhayati Rasad Usman (PDG 4), Ferry Mauluddin Arifin (JKS 12), dan Adang Joppy Lili (JKS 16).
<link type="page"><caption> Pemerintah Arab Saudi telah memulai penyelidikan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150912_dunia_haji_mekah" platform="highweb"/></link> untuk mengetahui penyebab jatuhnya katrol.
Raja Salman selaku pemimpin Kerajaan Arab Saudi berjanji bahwa hasil penyelidikan itu akan dibuka ke publik.
“Kami akan menyelidiki semua penyebab (jatuhnya katrol). Setelah itu kami akan mengumumkan hasilnya kepada khalayak,” kata Raja Salman sebagaimana dikutip kantor berita Arab Saudi, SPA.

Sumber gambar, AFP
Peninggalan sejarah
Selain faktor keselamatan, pembangunan di kawasan Masjidil Haram menuai kritik karena menghancurkan semua peninggalan sejarah semasa Nabi Muhammad hidup.
Agus Sunyoto selaku ketua PP Lesbumi yang bernaung di bawah Nahdlatul Ulama, merujuk rumah istri Nabi Muhammad pertama, Khadijah, yang kini dijadikan WC umum berkapasitas 1.400 orang.
Kemudian sebuah hotel bintang lima berdiri di atas lokasi kediaman khalifah pertama, Abu Bakar Siddiq.
”Memprihatinkan kebijakan pemerintah Arab Saudi. Bekas-bekas jejak sejarah jaman Rasulullah sudah tidak ada. Jadi, tempat di mana Nabi Muhammad dilahirkan sudah hilang. Habis semua sudah. Kalau dilihat dari sudut pandang arkeologi, Nabi Muhammad seolah-olah tidak pernah ada. Kenapa? Karena jejak arkeologinya sudah tidak ada,” kata Agus.

Sumber gambar, Getty
Pemerintah Arab Saudi menganggarkan dana sebesar US$13 miliar untuk proyek perluasan kawasan Masjidil Haram hingga mencapai 400.000 meter persegi.
Perluasan dilakukan dengan maksud agar kawasan Masjidil Haram bisa menampung 2,2 juta orang sekaligus.
Sebab, berdasarkan data Kementerian Haji pemerintah Arab Saudi, kedatangan jamaah haji di Mekah dan Madinah meningkat drastis seiring waktu. Pada 1921, misalnya, kedua kota itu menampung 57.255 orang.
Lalu, pada 1996, jumlah jemaah haji mencapai 1.865.234. Adapun sejak 2012, jumlanya melonjak hingga melampaui 3.100.000 orang.
Akan tetapi, Irfan al-Alawi dari Islamic Heritage Research Foundation menepis.
“Jika Anda menempuh dua mil dari Masjidil Haram, terdapat gurun luas, tanah, ruang yang cukup untuk membangun gedung pencakar langit sesukanya. Tapi jangan di kawasan Masjidil Haram. Di dalam Quran, tempat ini disebut sebagai tempat suci, tidak ada di kota-kota lain. Anehnya, jika Masjid Al-Aqsa di Jerusalem diganggu, umat muslim akan memprotes. Namun, jika ada sesuatu yang dibuldoser atau diledakkan di Mekah dan Medinah, umat muslim tinggal diam,” ujarnya kepada BBC.

Sumber gambar, Reuters
Merasa aman
Adapun umat muslim yang tengah menunaikan ibadah haji, kendati merasa trauma atas kecelakaan itu, mengaku bisa melakukan ibadahnya kendati pembangunan di kawasan Masjidil Haram terus dijalankan.
Syaiful Azwar, contohnya. Warga Indonesia itu mengaku berada 15 meter dari lokasi jatuhnya katrol besar di Masjidil Haram, pada Jumat (11/09). Meski demikian, dia merasa aman.
“Kalau ingat kejadian itu, saya mau menangis rasanya. Tapi, Alhamdulillah saya nggak khawatir. Karena saya yakin kita pasti dilindungi Allah. Lalu pemerintah Arab Saudi juga pasti telah melakukan koreksi sana-sini, katanya."
"Nggak, kita nggak khawatir. Kita yakin aman,” katanya, lepas dari fakta bahwa lebih dari seratus orang tewas, akibat kecelakaan yang terjadi di depan matanya sendiri.









