Bawa benda diduga bom, tiga warga Kenya ditangkap di mal

Polisi Kenya meledakkan barang yang diduga bom setelah menahan tiga orang di Garden City Mall.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Polisi Kenya meledakkan barang yang diduga bom setelah menahan tiga orang di Garden City Mall.

Aparat Kenya menahan tiga orang yang diduga membawa bahan peledak di sebuah pusat perbelanjaan di Ibu Kota Nairobi.

Juru bicara kepolisian Kenya, George Kinoti, mengatakan ketiga orang itu adalah warga Kenya. Salah seorang dari ketiganya menolak digeledah petugas keamanan saat mereka hendak masuk Garden City Mall, salah satu pusat perbelanjaan di Nairobi.

Penolakan itu kemudian berujung pada keributan sehingga petugas kemudian membekuk mereka. Dari tas yang dibawa salah seorang dari ketiga orang tersebut, ditemukan barang yang diduga bahan peledak.

“Situasinya sepenuhnya di bawah kendali aparat keamanan dan seluruh negeri berada dalam pemantauan berbagai lembaga,” kata Kinoti.

Koresponden BBC di Nairobi, Alastair Leithead, mengatakan barang yang ditemukan diyakini bahan peledak berskala skecil yang ditempeli baterai dan telepon seluler.

Barang itu kemudian diledakkan aparat dalam metode dan jarak yang aman.

Adapun pengelola Garden City Mall telah menutup pusat perbelanjaan tersebut dan mengevakuasi seluruh pengunjung.

Serangan bersenjata pernah berlangsung di sebuah mal di Nairobi, pada September 2013 lalu.

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Serangan bersenjata pernah berlangsung di sebuah mal di Nairobi, pada September 2013 lalu.

Pada September 2013, <link type="page"><caption> sejumlah pria bersenjata menyerbu Mal Westgate di Nairobi </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2013/09/130925_serangan_kenya_berakhir" platform="highweb"/></link>dan menyandera seluruh pengunjung mal. Sebanyak lebih dari 60 orang tewas akibat aksi tersebut.

<link type="page"><caption> Kelompol al-Shabab dari Somalia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2013/09/130922_nairobi_penembakan" platform="highweb"/></link> mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut sebagai bagian dari pembalasan atas operasi militer Kenya di Somalia.