Ledakan Tianjin: 11 pejabat kota dan pelabuhan dijadikan tersangka

Sumber gambar, AFP
Pemerintah Cina menjadikan 11 pejabat Kota Tianjin dan pelabuhan sebagai tersangka atas dugaan kelalaian dalam <link type="page"><caption> peristiwa ledakan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150812_dunia_cina_ledakan.shtml" platform="highweb"/></link> yang menewaskan 139 orang, pada 13 Agustus lalu.
Di antara para pejabat itu terdapat Kepala Komisi Transportasi Kota Tianjin, Wu Dai, serta Kepala Pelabuhan, Zheng Qingyue.
Sebelumnya, pejabat pengawas keselamatan kerja Cina, <link type="page"><caption> Yang Dongliang, dipecat oleh Partai Komunis</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150826_dunia_tianjin_pemecatan" platform="highweb"/></link> atas tuduhan "pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum".

Sumber gambar, binhai new area government
Pihak berwenang mulai menyelidiki Yang pekan lalu dengan dugaan ia membiarkan perusahaan beroperasi tanpa adanya izin pengelolaan bahan kimia berbahaya.
Penahanan juga dilakukan terhadap 12 petinggi perusahaan Ruihai International Logistics yang menyimpan berton-ton zat kimia berbahaya di gudang penyimpanan yang terletak di kawasan pelabuhan.
Dua di antara 12 figur yang ditahan adalah Direktur Ruihai, Yu Xuewei, dan Wakil Direktur, Dong Shexuan.
Masalah ijin
Sebelumnya, menurut seorang petinggi perusahaan Ruihai Logistics, perusahaan itu memiliki ijin operasional menangani <link type="page"><caption> zat kimia berbahaya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150815_dunia_tianjin_evakuasi" platform="highweb"/></link> dalam kurun April hingga Oktober 2014.
Ijin tersebut baru dimutakhirkan pada Juni 2015. Artinya, terdapat jeda waktu delapan bulan ketika perusahaan tersebut beroperasi <link type="page"><caption> tanpa dokumen-dokumen yang benar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150818_dunia_tianjin_ijin.shtml" platform="highweb"/></link>.
Beberapa pejabat Cina mengonfirmasi bahwa ada zat kimia kalsium karbida, potasium nitrat, dan sodium nitrat di dalam gudang penyimpan milik perusahaan Ruihai Logistics.

Sumber gambar, Xinhua
Berdasarkan laporan surat kabar People’s Daily, gudang itu juga menyimpan sodium sianida dan amonium nitrat.
Sodium sianida yang berwujud bubuk kristal putih dapat berakibat fatal jika terhirup atau tertelan manusia karena langsung menganggu kemampuan tubuh dalam menggunakan oksigen.
Beberapa hari lalu bahan kimia beracun, sodium sianida, ditemukan di <link type="page"><caption> pasokan air minum setempat</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150819_dunia_tianjin_racun" platform="highweb"/></link> dan di beberapa lokasi hingga mencapai 28 kali lipat batas aman.









