Pejabat keselamatan kerja Cina dipecat 'terkait' Tianjin

Sumber gambar, Reuters
Pejabat pengawas keselamatan kerja Cina, Yang Dongliang dipecat oleh Partai Komunis berdasar tuduhan "pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum", menurut laporan kantor berita Xinhua.
Pemecatan ini terjadi sesudah <link type="page"><caption> ledakan di Tianjin</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150812_dunia_cina_ledakan.shtml" platform="highweb"/></link> yang menewaskan sekurangnya 135 orang.
Pihak berwenang mulai menyelidiki Yang pekan lalu dengan dugaan ia membiarkan <link type="page"><caption> perusahaan beroperasi tanpa adanya izin pengelolaan </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150818_dunia_tianjin_ijin.shtml" platform="highweb"/></link>bahan kimia berbahaya.
Namun pemecatan Yang tidak dikaitkan sedikitpun dengan bencana tersebut.

Sumber gambar, Reuters
Koresponden BBC menyebutkan istilah "pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum" digunakan sebagai penghalusan bagi korupsi.
Ledakan di Tianjin ini merupakan yang terburuk dalam sejarah Cina.
Para penyelidik Cina dilaporkan akan menyelidiki seluruh pejabat yang terlibat kelalaian dalam menjalankan tugas dan kejahatan lain.
Ribuan orang di kota itu menjadi korban, rumah mereka hancur dan <link type="page"><caption> tidak aman lagi untuk ditinggali</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150817_dunia_tianjin_gantirugi.shtml" platform="highweb"/></link>.

Sumber gambar, AFP
Hingga kini belum jelas penyebab ledakan yang pembersihannya harus dilakukan oleh ribuan polisi dan tentara yang dikerahkan khusus untuk itu.
Dua orang pemilik pabrik diduga menggunakan koneksi untuk mendapat izin keamanan menyimpan bahan beracun berbahaya, sekalipun lokasi gudang mereka terlalu dekat dengan kawasan pemukiman.
Hingga kini, 34 orang masih dinyatakan menghilang dan 500 dirawat di rumah sakit, kata pejabat Tianjin.
Yang, 61 tahun, bekerja di pemerintahan kota Tianjin selama 18 tahun dan menjadi salah satu wakil walikota sebelum bekerja di badan keselamatan kerja pada tahun 2012.
Anak Yang, Yang Hui, juga sedang dalam penyelidikan pihak berwenang, menurut laporan South China Morning Post.









