Investigasi ledakan di Tianjin soroti perusahaan Cina

Perusahaan Cina, yang gudangnya meledak di Kota Tianjin sehingga menewaskan 114 orang, sejatinya tidak memiliki ijin untuk menangani zat kimia beracun selama berbulan-bulan

Sumber gambar, Xinhua

Keterangan gambar, Perusahaan Cina, yang gudangnya meledak di Kota Tianjin sehingga menewaskan 114 orang, sejatinya tidak memiliki ijin untuk menangani zat kimia beracun selama berbulan-bulan

Perusahaan Cina, yang gudangnya meledak di Kota Tianjin sehingga menewaskan 114 orang, sejatinya tidak memiliki ijin untuk menangani zat kimia beracun selama berbulan-bulan, sebut laporan kantor berita Xinhua.

Menurut seorang petinggi perusahaan Tianjin International Ruihai Logistics, perusahaan itu memiliki ijin operasional menangani zat kimia berbahaya dalam kurun April hingga Oktober 2014.

Ijin tersebut baru dimutakhirkan pada Juni 2015. Artinya, terdapat jeda waktu delapan bulan ketika perusahaan tersebut beroperasi tanpa dokumen-dokumen yang benar.

Jaksa penuntut di Cina dilaporkan tengah menyelidiki semua pejabat terkait atas dugaan pengabaian tugas dan tindak pidana lainnya.

Sebanyak 10 orang, termasuk Direktur Ruihai, Yu Xuewei, dan wakilnya, Dong Shexuan, ditahan aparat.

Pemadam kebakaran mengheningkan cipta untuk para korban yang meninggal dunia.

Sumber gambar, Xinhua

Keterangan gambar, Pemadam kebakaran mengheningkan cipta untuk para korban yang meninggal dunia.

Protes

Pada Selasa (18/08), kapal-kapal kargo membunyikan peluit mereka guna memperingati para korban ledakan. Sebuah upacara berkabung juga diadakan di kota tersebut.

Namun, selagi perayaan berlangsung, ada pula demonstrasi <link type="page"><caption> menuntut kompensasi atas kerugian</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150817_dunia_tianjin_gantirugi" platform="highweb"/></link> yang diderita warga akibat ledakan. Pasalnya, sekitar 17.000 rumah rusak ketika ledakan terjadi.

Kerusakan itu belum ditambah dengan ancaman bahaya lingkungan dan kesehatan yang ditimbulkan zat kimia beracun yang terbakar dalam ledakan. Belakangan diketahui gudang penyimpanan Ruihai Logistics juga menampung ratusan ton Sodium Sianida yang berbahaya.