Pemilu Sri Lanka: Mantan presiden incar kursi PM

Mahinda Rajapaksa berniat menjadi perdana menteri Sri Lanka.

Sumber gambar, n

Keterangan gambar, Mahinda Rajapaksa berniat menjadi perdana menteri Sri Lanka.

Rakyat Sri Lanka berbondong-bondong mengikuti pemilihan umum legislatif yang menampilkan mantan Presiden Mahinda Rajapaksa sebagai kandidat perdana menteri.

Dalam pemilu yang diikuti sekitar 15 juta pemilih tersebut, Rajapaksa berniat menguasai setengah dari 225 kursi parlemen melalui koalisi partai bernama Aliansi Kebebasan Rakyat Bersatu (UPFA).

Rajapaksa, yang kini berusia 69 tahun, disebut-sebut sebagai pahlawan oleh mayoritas warga Sri Lanka dari etnis Sinhala. Sebab, pada 2009, Rajapaksa mampu meredam perlawanan kelompok separatis Macan Tamil yang telah beraksi selama 26 tahun.

Namun, kubu oposisi menuding Rajapaksa menjalankan pemerintahan yang korup, brutal, dan menerapkan politik dinasti—tuduhan yang selalu dibantah Rajapaksa.

Rajapaksa sendiri dilengserkan dari kekuasaan pada Januari lalu setelah Menteri Kesehatan Maithripala Sirisena meyakinkan Partai Kebebasan Sri Lanka bahwa <link type="page"><caption> sang presiden patut digusur</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/01/150111_sri_lanka_kudeta" platform="highweb"/></link>.

Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena mengancam akan memveto Rajapaksa.

Sumber gambar, DailyNews.lk

Keterangan gambar, Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena mengancam akan memveto Rajapaksa.

Sirisena lalu membentuk koalisi Partai Nasional Bersatu (UNP) yang <link type="page"><caption> mendepak Rajapaksa dari kursi presiden</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/01/150109_srilanka_rajapaksa_kalah" platform="highweb"/></link> melalui pemilu sela dan menempatkan Sirisena sebagai pemimpin.

Dengan langkah Rajapaksa yang bertekad menjadi perdana menteri, Sirisena mengancam akan memvetonya.

Melalui surat kepada Rajapaksa, yang telah bocor ke publik, Sirisena menuding rivalnya mencoba menyandera partai.

“Kami semua bersatu memilih menolak Rajapaksa dan mengirimnya ke masa pensiun. Jika dia belum mendapat pesan tersebut, kita harus bersatu dan memastikan dia memahaminya,” kata Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe, Jumat lalu.