Pemilu parlemen Sri Lanka dimulai

Sri Lanka memulai pemilu untuk memilih parlemen dua bulan setelah Mahinda Rajapaksa terpilih kembali menjadi Presiden.
Pemerintahannya sejak saat itu telah menahan saingannya dalam pemilu presiden lalu, Sarath Fonseka.
Dan oposisi kini terbelah dua, tanpa ada satu suara untuk mengkritik pemerintahan.
Sama seperti kampanye pemilihan presiden, pemilu parlemen juga diperkirakan akan dipenuhi dengan kekerasan meski dalam skala yang lebih kecil.
Sekitar 80.000 pasukan keamanan dikerahkan di seluruh penjuru wilayah untuk mengamankan hari pemilihan.
Presiden Rajapaksa sudah memberikan suaranya di kampung halamannya di kawasan selatan Sri Lanka. Kemungkinan besar dia memilih untuk anak, saudara dan sepupunya yang ikut dalam pemilihan.
Peraturan pemilu parlemen menyebut pemberi suara harus memilih tiga kandidat dari partai yang sama.
Proses pemilihan ini sendiri terlihat sebagai upaya pembalasan dendam, politik personalisasi dan pelanggaran peraturan pemilihan, menyebabkan komisi pemilihan sekali lagi turun tangan.
Masih populer

Mantan panglima militer Jenderal Sarath Fonseka kini berdiri dengan sekutu politik baru walau dalam keadaan terkurung.
Pemerintahan masih mencoba untuk membawanya ke pengadilan militer dengan tuduhan politik gelap dan upaya merebut militer.
Hal ini bisa menyebabkan aksi protes menentang penahanannya, sementara pada saat bersamaan pemerintah hanya memiliki sedikit bukti untuk menginvestigasi.
Partai oposisi terbesar telah mengaitkan diri dengan Fonseka, sementara sekutu utama Tamil, yang mendukungnya pada pemilu presiden Januari lalu, akan berjalan sendiri di kawasan utara dan timur.
Rajapaksa masih menikmati popularitas karena berhasil mengalahkan pemberontak Harimau Tamil tahun lalu.
Dia mengatakan rekonsiliasi akan melalui pembangunan yang besar tapi para pengkritik mengatakan dia gagal untuk meraih simpati dari kelompok minoritas.
Preseden terdahulu menyebutkan koalisi pimpinannya akan sulit mendapatkan dua pertiga kursi parlemen.
Jika itu benar terjadi, Rajapaksa telah mengatakan akan menambah sebuah kamar kedua untuk mengakomodasi kaum minoritas, tapi dia telah mengeluarkan kebijakan federalisme seperti yang diinginkan oleh politisi Tamil.
Banyak orang memperkirakan dia juga akan mengubah peraturan yang membatasi masa jabatan presiden selama dua periode.









