Singapura peringati 50 tahun kemerdekaan

Sumber gambar, Reuters
Singapura mengadakan peringatan nasional untuk menandai 50 tahun sejak negara tersebut menjadi sebuah negara merdeka.
Puluhan ribu orang diperkirakan akan menghadiri parade kemerdekaan, lengkap dengan atraksi oleh angkatan udara dan pesawat Singapore Airlines A380.
Warga Singapura juga diminta untuk bersama-sama membaca janji nasional dan menyanyikan lagu kebangsaan.
Singapura menjadi merdeka ketika dikeluarkan dari Federasi Malayasia di tengah kerusuhan sosial.
Dalam 50 tahun, mantan jajahan Inggris itu telah mengubah dirinya menjadi salah satu negara terkaya di dunia.
Namun pengamat mengatakan perkembangan pesat tersebut disertai dengan kontrol ketat pada kebebasan berbicara dan berpolitik.
Negara itu merayakan hari kemerdekaannya dengan meriah setiap tahun, namun semboyan SG50 tahun ini dianggap sebagai perayaan terbesar negara itu.
Ingat selamanya
Toko-toko, sekolah, tempat kerja dan media pun berbulan-bulan sebelumnya turut <link type="page"><caption> memeriahkan perayaan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/08/150805_majalah_singapura_sg50.shtml" platform="highweb"/></link> dengan aneka kegiatan.
Seorang mahasiswa, Yang Jie Ling, mengatakan kepada Reuters, "Ini hanya 50 tahun bagi sebuah bangsa kecil seperti kami, jadi kami telah mencapai begitu banyak. Ini adalah tahun yang Singapura ingin ingat selamanya."
Dalam parade tahun ini termasuk penghargaan khusus untuk Lee Kuan Yew yang memimpin Singapura sejak kemerdekaan dan merupakan perdana menteri hingga 1990.
Pemimpin tersebut wafat pada bulan Maret tahun ini dan masyarakat Singapura berkabung secara nasional untuk beberapa hari.
Sebuah rekaman saat Lee Kuan Yew membaca Proklamasi Kemerdekaan disiarkan di radio dan TV Minggu pagi.
Sebelumnya, Sabtu (08/08) malam Perdana Menteri Lee Hsien Loong, putra Lee Kuan Yew, mengatakan, "Pada usia 50 tahun, di saat kita berada dalam kondisi yang baik, kita melihat kembali dan mengagumi seberapa banyak yang telah kita raih. Kami berterima kasih kepada orang-orang yang mewujudkannya."
Pada perayaan hari Minggu berbagai pemimpin dunia turut hadir seperti Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dan Wakil Perdana Menteri Australia Warren Truss.











