Blogger remaja Singapura diganjar hukuman empat minggu penjara

Sumber gambar, Reuters
Pengadilan Singapura menghukum penjara selama empat minggu atas seorang remaja yang divonis bersalah menyinggung agama dan menyebarkan bahan cabul.
Amos Yee -yang berusia 16 tahun- dinyatakan <link type="page"><caption> bersalah karena menerbitkan video yang mengecam pendiri negara Singapura, mendiang Lee Kuan Yew.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/05/150512_dunia_singapura_blogger" platform="highweb"/></link>
Video selama delapan menit itu juga menyebutkan <link type="page"><caption> Lee Kuan Yew -yang meninggal dunia Maret 2015-</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/03/150318_singapura_lee_kuan_yew_pm" platform="highweb"/></link> seperti diktator Mao Zedong, Joseph Stalin, dan Adolf Hitler.
Dia juga mengakali gambar yang tampak memperlihatkan Lee sedang melakukan hubungan seks dengan mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher.
Video dan foto tersebut dia terbitkan di internet tak lama setelah Lee meninggal dunia dan ketika warga Singapura masih dalam keadaan berkabung.

Sumber gambar, EPA
Jaksa sebenarnya menuntut agar dia diganjar hukuman percobaan saja dan bukan hukuman penjara.
Bagaimanapun Amos -yang mengaku bersalah- akan segera bebas karena hukumannya akan dipotong dengan masa tahanan yang sudah dijalani selama ini.
Hakim Jasvender Kaur, dalam putusan Senin (06/07), mengatakan bahwa dakwaan atas Amos 'sifatnya tidak serius namun juga bukan sepele.'
Sejumlah pegiat hak asasi memprotes kasus ini dengan alasan melanggar kebebasan berpendapat dan unjuk rasa kecil dilaporkan berlangsung di Singapura, Hong Kong dan Taiwan.
Namun seorang juru bicara Kejaksaan Agung Singapura mengatakan kepada kantor AFP bahwa dakwaa atas Amos bukan terkait kebebasan berekspresi.
"Ungkapan pendapat semena-mena yang tanpa batas tidak ada dalam masyarakat apa pun," tegasnya.












