Pencarian MH370 di Pulau Reunion digalakkan

Sumber gambar, AP
Pemerintah Prancis telah mengerahkan pesawat pencari, helikopter dan perahu di sekitar Pulau Reunion di Samudra Hindia guna mencari lebih banyak puing dari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang sejak 8 Maret 2014.
Sementara itu pemerintah Malaysia meminta agar daerah pencarian reruntuhan diperluas.
Ini mereka lakukan menyusul kepastian bahwa bagian sayap pesawat itu terbawa arus Samudra Hindia dan terdampar di Pulau Reunion yang jauh dari lokasi semula perkiraan jatuhnya pesawat.
PM Malaysia <link type="page"><caption> Najib Razak sudah memastikan </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150805_dunia_malaysia_mh370" platform="highweb"/></link>bahwa potongan itu memang berasal dari MH370.
Menanggapi pengumuman ini,<link type="page"><caption> keluarga korban meminta agar pencarian terus dilakukan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150805_dunia_mh30_reaksi.shtml" platform="highweb"/></link> sampai bangkai pesawat dan korban ditemukan.
Beberapa keluarga korban juga menyatakan bahwa potongan kecil puing itu bukan berarti pesawat itu telah ditemukan.
Pihak yang berwenang di pulau-pulau tetangga, Mauritius dan Madagaskar, diminta untuk menyisir garis pantai untuk mencari puing-puing.
Pemerintah <link type="page"><caption> Mauritius sudah menyanggupi permintaan tersebut</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150803_dunia_mh370_mauritius" platform="highweb"/></link> dan mengerahkan pasukan penjaga pantai dan meminta nelayan ikut melakukan pengamatan.
Laporan awal sempat menyebutkan bahwa ditemukan lebih banyak puing, tetapi kemudian dibantah.
Hingga kini pesawat berpenumpang 239 orang itu -termasuk warga Indonesia, Malaysia dan Cina- belum diketahui keberadaannya sejak menghilang dari radar dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing pada 8 Maret 2014.














