Puing MH370 sedang dalam penelitian

BEA

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Kantor Direction generale de l"armement (DGA) di Toulouse, Prancis dimana BEA yang akan menguji puing yang ditemukan di Pulau Reunion itu.

Para ahli di Prancis memulai pengujian bagian dari sayap pesawat yang terdampar di Pulau Reunion untuk memastikan apakah puing itu berasal dari penerbangan MH370.

Puing itu diketahui bagian dari 'flaperon' Boeing 777, sama dengan pesawat Malaysia Airlines yang hilang.

Prancis telah mengundang ahli penerbangan Malaysia dan Australia ke Toulouse untuk membantu penyelidikan.

Wakil Perdana Menteri Australia, Warren Truss, mengatakan tim peneliti mungkin bisa memastikan pekan ini apakah puing itu memang dari pesawat yang hilang.

Pesawat Malaysia Airlines dengan 239 penumpang hilang tanpa sebab yang jelas dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing pada bulan Maret 2014.

Puing pesawat

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Cat yang menempel di puing ini akan menjadi faktor kunci dalam proses pengujian.

Diyakini pesawat itu jatuh ke laut, sekalipun tak ada jejak yang bisa dipastikan meskipun <link type="page"><caption> sudah dilakukan upaya pencarian besar-besaran</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/04/150416_pencarian_mh370.shtml" platform="highweb"/></link>.

Pengujian di Touluse ini dimulai Rabu (5 Agustus) pagi, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Jean-Paul Troadec, bekas kepala badan analisa penerbangan Prancis (BEA) yang meneliti kecelakaan udara, dikutip oleh AFP mengatakan pengujian ini akan berfokus pada dua hal - apakah bagian sayap itu memang milik MH370, dan jika ya, dari situ akan dicari informasi saat-saat terakhir pesawat tersebut.

Troadec mengatakan cat di bagian sayap itu merupakan bagian penting dari pengujian.

"Setiap maskapai mengecat pesawat mereka dengan cara khusus, dan jika cat itu dipakai oleh Malaysia Airlines atau maskapai lain, akan ada kepastian," katanya.

Sejauh ini tidak ada laporan Boeing 777 lain jatuh di kawasan itu.