Myanmar bebaskan 6.966 tahanan sebelum pemilu

Sumber gambar, AFP
Myanmar memberikan amnesti dan membebaskan 6.966 tahanan, termasuk 210 warga asing, kata pemerintah.
Amnesti, yang menurut Kementerian Penerangan dikeluarkan oleh Presiden Thein Sein atas "dasar kemanusiaan", dilakukan menjelang pemilihan umum pada bulan November.
Masih belum jelas apakah tahanan politik Burma juga dibebaskan.
Lebih 150 penebang Cina, yang penahanannya membuat marah Beijing, juga termasuk dalam kelompok yang dibebaskan, kata media pemerintah Cina.
Ini adalah kejadian terbaru dari serangkaian amnesti yang dikeluarkan pemerintah Myanmar atau Burma.
Presiden <link type="page"><caption> Thein Sein, yang mulai berkuasa pada tahun 2010</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150720_dunia_pemilu_myanmar" platform="highweb"/></link> lewat pemilihan umum di mana penguasa militer digantikan pemerintahan sipil yang didukung militer, berjanji membebaskan semua tahanan politik.
Sebagian besar tahanan politik di Myanmar sudah dibebaskan sebagai bagian dari proses reformasi.
Meskipun demikian, diperkirakan terdapat lebih 150 tahanan politik yang masih dipenjara, lapor situs berita Irrawaddy yang mengutip kelompok Assistance Association for Political Prisoners.










