Rusia mungkin memveto pengadilan MH17

Sumber gambar, EPA
Presiden Rusia Vladimir Putin mengisyaratkan Rusia mungkin akan menggunakan hak veto untuk menggagalkan pembentukan mahkamah internasional untuk mengadili pihak-pihak yang dicurigai menembak jatuh pesawat MH17.
"Presiden Rusia mengukuhkan sikap yang sama bahwa sekarang terlalu dini untuk membentuk pengadilan seperti itu," demikian pernyataan Kremlin, Rabu (29/07).
Penegasan sikap ini dikeluarkan setelah Putin mengadakan percakapan lewat telepon dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte.
Ditambahkan oleh Kremlin bahwa Presiden Putin berpendapat pembentukan pengadilan internasional tidak tepat sebelum tim penyelidik yang dipimpin Belanda mengumumkan hasil akhir.

Sumber gambar, Reuters
<link type="page"><caption> Pernyataan sama juga diungkapkan oleh Putin</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150716_dunia_mh17_putin" platform="highweb"/></link> menjelang peringatan satu tahun jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17. Pesawat diduga ditembak oleh kelompok pemberontak pro-Rusia di Ukraina timur ketika terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur pada 17 Juli 2014. Seluruh penumpang, sebagian besar warga negara Belanda, dan awak yang berjumlah 298 orang tewas.
Dewan Keamanan PBB dijadwalkan akan segera membahas rancangan resolusi pembentukan pengadilan internasional. Sejauh ini empat negara, yaitu Malaysia, Belanda, Australia dan Ukraina mendukung resolusi itu.








