MH17 jatuh terkena rudal buatan perusahaan Rusia

Sumber gambar, EPA
Perusahaan pertahanan Rusia, Almaz-Antey, mengatakan pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 yang jatuh di Ukraina tahun lalu, besar kemungkinan akibat tembakan rudal buatan mereka.
Almaz-Antey menjelaskan kesimpulan ini didapat setelah mereka menganalisis kerusakan dari serpihan-serpihan pesawat.
"Analisis tahap awal kami menunjukkan bahwa jenis rudal yang dipakai adalah BUK-M1," kata Mikhail Malyshevsky, pejabat Almaz-Antey dalam keterangan pers hari Selasa (02/06).
Menurut Malyshevsky, MH17 ditembak dengan BUK-M1, sistem rudal antipesawat yang mereka buat.
Dijelaskan bahwa yang dipakai menembak jatuh adalah versi lama M1 yang tidak lagi dipakai oleh militer Rusia, tapi masih ada dalam sistem persenjataan Ukraina.
Almaz-Antey mengatakan rudal tersebut ditembakkan dari Zaroshenskoye, kawasan di Ukraina selatan yang dikuasai oleh tentara pemerintah negara tersebut.
Sejak awal Rusia menolak tudingan bahwa MH17 terkena tembakan rudal buatan mereka yang dikirim ke pemberontak di Ukraina.
Pemerintah di Moskow mengatakan jatuhnya pesawat tersebut <link type="page"><caption> adalah tanggung jawab Ukraina</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140910_malaysiaairlines_mh17.shtml" platform="highweb"/></link>.
Pesawat <link type="page"><caption> MH17 terbang dengan 298 penumpang dan awak saat jatuh</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/07/140719_mh17_obama.shtml" platform="highweb"/></link> di Ukraina pada Juli 2014 dalam penerbangan dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur.
Sebagian besar korban adalah warga negara Belanda.












