Jerman 'tahu risiko' terbang di Ukraina sebelum MH17 jatuh

Sumber gambar, Reuters
Pemerintah Jerman diberi tahu mengenai risiko terbang di atas Ukraina sesaat sebelum <link type="page"><caption> penerbangan MH17 ditembak jatuh</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141105_malaysia_belanda_mh17" platform="highweb"/></link> bulan Juli lalu, namun tidak meneruskan pesan itu, menurut laporan-laporan.
Kabel diplomatik yang dikirimkan dua hari sebelum kecelakaan mengatakan situasi di Ukraina sudah 'sangat membahayakan', kata media Jerman.
Kabel diplomatik menyebutkan jatuhnya ada pesawat angkatan udara Ukraina dari ketinggian 6.000 meter pada tanggal 14 Juli.
Penerbangan MH17 ditembak jatuh tiga hari kemudian dengan menewaskan 298 penumpang dan awak di dalam pesawat.
<link type="page"><caption> Pesawat Malaysia Airlines ditembak dalam perjalanan dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/laporan_khusus/malaysia_airlines_mh17" platform="highweb"/></link> dan 196 penumpangnya berkebangsaan Belanda.
Penyelidikan internasional yang dipimpin Belanda mengatakan salah satu skenario penyebab kecelakaan adalah bahwa pesawat ditembak oleh penembak rudal Buk buatan Rusia.
Para penyelidik telah meminta munculnya para saksi mata mengenai adanya penembak rudal di daerah yang dikuasai para pemberontak sebelum kecelakaan terjadi. Laporan penyelidikan direncanakan akan diterbitkan pada bulan Oktober.
Tidak dikomunikasikan

Sumber gambar, AFP
Menurut saluran televisi umum Jerman NDR dand WDR serta harian Sueddeutsche Zeitung, kabel kementerian luar negeri itu menilai jatuhnya pesawat militer Antonov sebagai perkembangan penting karena ketinggian terbangnya pada saat itu.
Pesawat Boeing 777 Malaysia Airlines terbang dengan ketinggian 10.000m ketika ditembak jatuh.
Intelijen Jerman sudah berulang kali memperingatkan risikonya kepada keamanan penerbangan, tambah laporan tersebut.
Akan tetapi, sumber di Lufthansa mengatakan kepada media Jerman bahwa tidak ada komunike diberikan kepada maskapai penerbangan itu mengenai perubahan situasi.
Tiga pesawat Lufthansa terbang di atas wilayah itu pada hari terjadinya kecelakaan -termasuk satu yang terbang 20 menit sebelum MH17- dan, menurut laporan itu, karena kebetulan saja tidak ada yang tertembak.
"Kalau saja pemerintah memberi perusahaan kami peringatan tentang 'status baru' ini, pasti Lufthansa tidak akan terbang di atas Ukraina timur lagi, "kata sumber tersebut.











