PM Najib mengganti wakilnya terkait skandal 1MDB

Najib Razak

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, PM Najib Razak menunjuk Mendagri Zahid Hamidi sebagai Wakil PM yang baru.

Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, mengganti wakilnya dan Jaksa Agung di tengah-tengah maraknya tuduhan skandal keuangan yang melibatkan dirinya.

Wakil PM, Muhyiddin Yassin, mengkritik Najib sehubungan terkait penyaluran dana ke rekening pribadi PM Najib dari perusahaan investasi negara.

Najib sudah membantah tuduhan <link type="page"><caption> dana sebesar US$700 juta atau sekitar Rp9,5 trilun dikirim ke rekeningnya dari 1MDB</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150705_dunia_malaysia_razak" platform="highweb"/></link> yang didirikan tahun 2009.

Sebuah satuan tugas dibentuk untuk menyelidiki kasus tersebut dan <link type="page"><caption> sudah membekukan enam rekening bank walau tidak menyebut nama pemiliknya.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150707_dunia_malaysia_razak" platform="highweb"/></link>

Najib Razak

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Najib Razak sudah membantah menerima dana 1MDB.

Saat mengumumkan pencopotan wakilnya, Najib mengatakan perbedaan pendapat tidak sebaiknya diungkapkan di forum terbuka.

"Saya menyambut baik perdebatan sengit, dan saya menerima serta mentolerir kritik maupun perbedaan pendapat. Bagaimanapun proses itu seharusnya berlangsug di dalam kabinet sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan," jelasnya.

Sebagai pengganti Yassin, ditunjuk Menteri Dalam Negeri Zahid Hamidi.

Selain Wakil PM, Jaksa Agung Abdul Gani Patail -yang memimpin penyelidikan- juga dicopot dari jabatannya bersama dengan empat menteri kabinet lainnya.

Perusahaan investasi 1MDB atau 1Malaysia Development Berhad mengatakan tidak pernah memberi uang ke Najib dan mengatakan tuduhan itu tidak berdasar.