Malaysia bekukan enam rekening bank

Sumber gambar, AFP
Satuan tugas di Malaysia yang menyelidiki tuduhan penyaluran dana ke rekening pribadi perdana menteri sudah memerintahkan pembekuan enam rekening bank.
Pernyatan Selasa 7 Juli -yang diterbitkan kantor berita resmi Bernama- juga menyebutkan pihak berwenang sudah menyita 17 dokumen dari dua bank untuk membantu penyelidikan.
Bagaimanapun tidak disebutkan nama pemilik rekening yang dibekukan maupun nama bank.
"Penyelidikan sedang berlangsung. Oleh karena itu Satuan Tugas meminta semua pihak memberikan kerjasama sepenuhnya sampai penyelidikan selesai," tulis pernyataan itu.
Perdana Menteri Najib Razak saat ini berada di bawah tekanan karena <link type="page"><caption> tuduhan menerima aliran dana senilai US$700 juta dari perusahaan investasi pemerintah Malaysia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150705_dunia_malaysia_razak" platform="highweb"/></link> -1Malaysia Development Berhad atau 1MDB- ke beberapa rekening pribadinya.
Tuduhan tersebut didasarkan pada dokumen yang antara lain kali diterbitkan Wall Street Journal dan Sarawak Report, yang sudah diserahkan kepada Kejaksaan Agung Malaysa.

Sumber gambar, Reuters
<link type="page"><caption> Walau perdana menteri mengatakan tuduhan itu merupakan sabotase politik,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150703_dunia_malaysia_razak" platform="highweb"/></link> kini telah dibentuk Satuan Tugas yang terdiri dari Kejaksaan Agung, Gubernur Bank Negara, Kepolisian Malaysia, dan Komisi Antikorupsi untuk menyelidikinya.
Pihak 1MDB juga sudah mengeluarkan pernyataan tidak pernah menyalurkan dana ke rekening Datuk Seri Najib Razak.
Sementara itu mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad dalam blognya menulis, "Orang yang mempermalukan negara adalah Najib dan 1MDB. Sebelum ini, negara tidak pernah diejek seperti ini, dengan tuduhan yang masih belum terjawab sampai sekarang."
Komentar Mahathir Mohamad itu menanggapi Menteri Luar Negeri, Anifah Aman, yang menuduhnya 'mempermalukan negara' setelab Mahathir diwawancarai oleh koran Amerika Serikat, New York Times.
Hubungan antara Perdana Menteri Najib Razak dengan pendahulunya Mahathir Mohamad dilaporkan memburuk dalam beberapa tahun belakangan ini.













