Malaysia kejar kapal tanker yang dibajak

Ahmad Puzi Abdul Kaha

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Ahmad Puzi Abdul Kahar mengatakan pembajak kapal dibujuk untuk menyerahkan diri.

Satu kapal Angkatan Laut Malaysia membuntuti kapal minyak Orkim Harmony yang dibajak oleh sejumlah perompak di lepas pantai Singapura Kamis pekan lalu (11/06).

Angkatan Laut Malaysia mengerahkan kapal KD Terengganu dan petugas menjalin komunikasi dengan nahkoda kapal melalui radio pada Kamis (18/06).

Kepala Staf Angkatan Laut Malaysia, Laksamana Tan Sri Abdul Aziz Jaafar, mengatakan jumlah komplotan yang sudah terlihat di kapal sekitar delapan orang. Namun nahkoda tidak membolehkan kapal Angkatan Laut Malaysia mendekat.

Dikatakan mereka antara lain bersenjata parang dan senapan. Dalam pernyataannya, Tan Sri Abdul Aziz Jaafar menuturkan perompak berbicara dalam bahasa Melayu dengan aksen Indonesia.

Adapun tulisan nama kapal telah diubah menjadi Kim Harmon.

Menurut Direktur Jenderal Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA), Datuk Ahmad Puzi Abdul Kahar kasus ini bukan pembajakan namun sebagai perampokan sebab pelaku tidak mengajukan tuntutan tebusan tetapi ingin menguasai kargo yang diangkut kapal.

Kapal mengangkut 6.000 ton minyak RON95 dan 22 anak buah kapal yang terdiri dari 16 warga Malaysia, lima warga Indonesia dan seorang warga Myanmar.

Lokasi kapal sekarang berada di wilayah perairan Vietnam.

Peristiwa itu merupakan perompakan kelima tahun ini yang terjadi di kawasan tersebut.