Perawat Australia yang 'bantu ISIS' ditahan di Sydney

Sumber gambar, afp getty
Seorang perawat asal Australia yang dicurigai membantu kelompok ISIS di Suriah ditahan aparat begitu dia tiba di Bandara Sydney.
Perawat bernama Adam Brookman itu mengaku dia sukarela kembali ke Australia setelah bepergian ke Suriah untuk melakoni pekerjaan kemanusiaan.
Kepada Fairfax Media, Brookman menyatakan terpanggil ke Suriah lantaran komunitas internasional tidak mempedulikan negara tersebut.
Namun, di Suriah dia mengklaim dipaksa bergabung dengan ISIS setelah mengalami cedera akibat serangan udara dan harus dibawa ke rumah sakit yang dikendalikan kelompok milisi tersebut.
Berdasarkan keterangan kepolisian Australia, Brookman menyerahkan diri ke aparat Turki pada 21 Juli lalu. Setelah itu, pemerintah Australia berunding dengan pihak berwenang setempat dan sejumlah badan internasional untuk memulangkannya.
Usai tercapai kesepakatan bahwa Brookman bisa dipulangkan, beberapa polisi Australia bertolak ke Turki dan mendampinginya dalam penerbangan menuju Sydney.
Penyelidikan
Namun, Brookman tidak bisa melenggang begitu saja di Australia. Menteri Kehakiman Michael Keenan menyatakan pihak berwenang harus menyelidiki Brookman terlebih dahulu.
“Masalahnya, jika seseorang telah melibatkan diri ke dalam konflik Irak dan Suriah. Apabila mereka mendukung atau bertempur bersama organisasi teror, apa yang akan kita lakukan terhadap mereka jika mereka kembali ke Australia karena itu adalah hak mereka?” tutur Keenan kepada ABC News.

Sumber gambar, Reuters
Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pejuang Asing, seorang warga Australia bisa dikenai dakwaan apabila mendukung kelompok bersenjata di luar negeri.
Undang-undang itu juga secara spesifik menyebut warga Australia melanggar hukum jika turut berlatih, merekrut, dan mendanai organisasi teror.
Menurut pemerintah Australia, ada sedikitnya 100 warga mereka yang bertempur untuk kelompok-kelompok milisi di Timur Tengah. Lalu ada 150 orang lainnya di Australia yang menyokong kelompok-kelompok tersebut.
<link type="page"><caption> Perdana Menteri Tony Abbott pernah mengatakan tidak akan berbelas kasihan kepada warga Australia yang bergabung dengan kelompok garis keras di luar negeri</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/05/150519_dunia_abbott_amnesti" platform="highweb"/></link> lalu menyesal dan mencoba kembali pulang.











