Turki akan ijinkan AS pakai lanud untuk serang ISIS

Pangkalan Udara Incirlik di Turki pernah dipakai militer AS untuk menyerang Irak sewaktu mendiang Saddam Hussein berkuasa.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pangkalan Udara Incirlik di Turki pernah dipakai militer AS untuk menyerang Irak sewaktu mendiang Saddam Hussein berkuasa.

Pemerintah Turki akan mengijinkan Amerika Serikat memakai pangkalan udara militer dekat perbatasan Suriah guna melancarkan serangan udara terhadap ISIS, menurut sejumlah pejabat AS.

Kesepakatan itu sejauh ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh pemerintah Turki.

Namun, berdasarkan keterangan sejumlah pejabat AS yang tidak bisa disebutkan identitasnya, Presiden AS Barack Obama dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mencapai persetujuan saat berbicara melalui sambungan telepon pada Rabu (22/07) waktu setempat.

Kepada surat kabar the New York Times, seorang pejabat AS lainnya mengatakan penggunaan Lanud Incirlik memperlebar kemampuan militer AS dalam menyerang target-target ISIS.

Gedung Putih belum berkomentar mengenai ‘kesepakatan’ itu. Akan tetapi juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, menyebutkan bahwa Obama dan Erdogan telah sepakat memperdalam kerja sama mereka.

Lanud Incirlik terletak di Turki dekat perbatasan dengan Suriah. Pangkalan itu pernah digunakan untuk menyerang militer Irak sewaktu mendiang Saddam Hussein masih berkuasa.

Apabila itu dipakai militer AS, analis memperkirakan kekuatan ISIS di Kota Raqqa, Suriah, akan terancam.

Kesepakatan antara Obama dan Erdogan mengemuka di tengah kritik khalayak Turki terhadap pemerintahan Erdogan yang dinilai lamban menanggapi <link type="page"><caption> serangan di Kota Suruc</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150720_dunia_turki_ledakan" platform="highweb"/></link>.

Di kota yang terpaut 10 kilometer dari perbatasan Suriah itu sebuah ledakan bom menewaskan 32 orang, sebagian besar merupakan mahasiswa. Bom itu diduga perbuatan simpatisan ISIS.