Uji DNA menemukan penyerang di Suruc adalah pria

Turki

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Setelah pemeriksaan DNA, disebutkan bahwa tersangka pelaku adalah seorang pria berusia 20 tahun.

Pihak berwenang Turki mengatakan uji DNA atas pelaku serangan bom bunuh diri di Suruc, yang menewaskan 32 pegiat muda, adalah seorang pelajar.

Pembom bunuh diri itu disebutkan campuran etnis Turki dan Kurdi serta memiliki kaitan dengan kelompok yang menamakan dirinya sebagai Negara Islam.

Hal ini diungkapkan sehari setelah pernyataan bahwa <link type="page"><caption> tersangka pelaku pemboman Suruc sudah diidentifikasi,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150721_dunia_turki" platform="highweb"/></link> namun tanpa rincian lebih lanjut.

Serangan bom bunuh diri itu dilakukan ketika <link type="page"><caption> sekitar 300 pegiat muda sedang berkumpul di pusat kebudayaan di Suruc</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150720_dunia_turki_ledakan" platform="highweb"/></link> dengan korban jiwa sejauh ini mencapai 32 jiwa dan 100 lainnya cedera.

Istanbul

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Unjuk rasa anti pemerintah marak setelah pengeboman di Suruc yang menewaskan 32 pegiat muda.

Laporan-laporan awal menyebutkan pengebom bunuh diri tersebut mungkin seorang perempuan namun media setempat menyebutkan nama seorang pria terkait serangan itu.

Dan setelah pemeriksaan DNA, disebutkan bahwa tersangka pelaku adalah seorang pria berusia 20 tahun.

<link type="page"><caption> Pemerintah Turki sudah meningkatkan pengamanan di perbatasan dengan Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150721_world_turki_suruc" platform="highweb"/></link> setelah insiden ini.

Dalam perkembangan lain, pengadilan Turki menutup akses untuk Twitter kecuali situs jejaring sosial itu mencabut gambar tentang pemboman, yang diduga memicu aksi unjuk rasa menentang pemerintah.

Selasa (21/07) malam berlangsung unjuk rasa di beberapa wilayah Turki dan sebagian pengunjuk rasa menuduh pemerintah secara diam-diam mendukung Negara Islam.