Turki akan tingkatkan keamanan di perbatasan Suriah

Sumber gambar, Reuters
Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu berikrar meningkatkan keamanan di sepanjang perbatasan Turki-Suriah setelah sebanyak 30 orang tewas akibat ledakan di Kota Suruc.
Davotoglu mengatakan hasil penyelidikan sementara mengindikasikan ledakan itu merupakan perbuatan kelompok milisi ISIS.
“Turki telah dan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan melawan ISIS. Kami menghadapi insiden terorisme. Kami memiliki tekad untuk menemukan dan tentunya menghukum mereka yang bertanggung jawab. Langkah-langkah pengamanan di perbatasan kami dengan Suriah…akan ditingkatkan,” kata Davotoglu.

Sumber gambar, AP
<link type="page"><caption> Ledakan yang menimpa pusat kebudayaan di Kota Suruc</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150720_dunia_turki_ledakan" platform="highweb"/></link> terjadi ketika sekelompok pemuda mengadakan rapat untuk menyeberang ke Suriah guna membantu pembangunan kembali Kota Kobane—yang berjarak 10 kilometer dari Suruc namun dipisahkan perbatasan.
Selama beberapa bulan terakhir Kobane menjadi lokasi pertempuran antara ISIS dan kelompok Kurdi. Pada Januari lalu, kota tersebut diambil alih kaum Kurdi.

Sumber gambar, EPA
Demonstrasi
Setelah ledakan tersiar di media Turki, rangkaian demonstrasi terjadi di berbagai kota. Di Kota Istanbul, sebagaimana dilaporkan kantor berita Reuters, polisi menggunakan meriam air, gas air mata, dan peluru karet untuk menghalau ratusan pemrotes.
Di Ankara, bentrokan serupa juga berlangsung. Para demonstran mendesak Presiden Recep Tayyip Erdogan segera bertindak. Bahkan, beberapa di antara mereka menuding presiden berkolaborasi dengan ISIS.
Sebelumnya, <link type="page"><caption> Erdogan mengecam peristiwa ledakan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150720_dunia_turki_kecaman" platform="highweb"/></link> di pusat kebudayaan di Suruc.
"Kami larut dalam duka bahwa 28 warga tewas dan banyak orang mengalami luka-luka sebagai akibat aksi teror," kata Erdogan.
"Atas nama rakyat, saya mengutuk dan mengecam para pelaku kebrutalan ini."












