Perundingan nuklir Iran 'capai kesepakatan'

Kelompok P5+1 menginginkan Iran mengurangi skala kegiatan nuklir peka

Sumber gambar, MEHR

Keterangan gambar, Kelompok P5+1 menginginkan Iran mengurangi skala kegiatan nuklir peka

Kesepakatan untuk membatasi program nuklir Iran telah dicapai dalam perundingan di Wina, Austria, kata sejumlah diplomat.

Seorang diplomat yang dikutip kantor berita Associated Press mengatakan perjanjian itu mencakup aturan mengenai pengawasan lokasi fasilitas nuklir di Iran sehingga pengawas PBB dapat meninjau lokasi militer, namun Iran bisa saja menentang pemberian akses.

Sebagai gantinya, PBB mengatakan embargo senjata dan sanksi rudal hanya akan berlaku dalam lima dan delapan tahun lagi. Namun, seperti dilaporkan kantor berita Reuters, apabila Iran melanggar perjanjian, penjatuhan sanksi akan diberlakukan dalam 65 hari.

“Semua kerja keras sudah berhasil dan kami mencapai kesepakatan,” kata seorang diplomat Iran seperti dikutip oleh Reuters.

Menlu Iran Javad Zarif melambai kepada wartawan dari balkon hotel di Wina.

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Menlu Iran Javad Zarif melambai kepada wartawan dari balkon hotel di Wina.

Adapun Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Yukiya Amano, mengatakan kesepakatan itu adalah 'langkah maju signifikan' yang membuat organisasi yang dia pimpin bisa melakukan 'peninjauan terkait aspek militer program nuklir Iran pada akhir 2015'.

Kelompok negara yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Cina dan Rusia ditambah Jerman menginginkan Iran mengurangi aktivitas nuklir mereka untuk memastikan mereka tidak membangun senjata nuklir.

Di sisi lain, Iran, yang ingin sanksi internasional dicabut, selalu bersikeras aktivitas nuklir mereka aman.