Perundingan nuklir Iran diteruskan

Sumber gambar, AFP
Perundingan nuklir antara enam negara dan Iran tetap akan dilanjutkan di Wina meskipun batas waktu berakhir hari Selasa ini (07/07).
Menteri luar negeri dari <link type="page"><caption> Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Cina, Rusia dan Jerman menggalakkan perundingan dengan Iran </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150705_dunia_iran_kerry" platform="highweb"/></link>selama beberapa hari terakhir setelah batas waktu pekan lalu berakhir tanpa membuahkan kesepakatan.
Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini mengatakan perundingan akan dilanjutkan "selama beberapa hari mendatang".
Sikap optimis juga ditunjukkan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov yang mengatakan ada landasan kuat untuk meyakini bahwa kesepakatan mungkin bisa tercapai dalam waktu dekat.
"Kami menyelesaikan delapan atau sembilan masalah, kurang dari 10. Kami perlu merampungkan rinciannya," kata Lavrov sebagaimana dikutip kantor berita Rusia, RIA Novosti.
Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius mengatakan perundingan kemungkinan akan dilanjutkan sampai Rabu malam waktu setempat.
Adapun beberapa persoalan yang masih mengganjal, lanjutnya, adalah sanksi terhadap Iran, penelitian dan pembangunan, dan inspeksi situs-situs nuklir di Iran oleh tim internasional.
Amerika, Inggris, Prancis, Cina, Rusia dan Jerman menghendaki Iran mengurangi aktivitas nuklirnya sehingga tidak sampai mampu membuat senjata nuklir.













