Uni Eropa merasa Yunani berkhianat

Sumber gambar, AFP
Pimpinan Komisi Eropoa, Jean-Claude Juncker, mengatakan dirinya merasa "dikhianati egoisme" yang diperlihatkan Yunani pada perundingan utang yang gagal.
Dia mengatakan pada sebuah konferensi pers bahwa usulan Yunani "ditunda atau secara sengaja diubah" dan rakyat Yunani "seharusnya diberitahu hal yang sebenarnya terjadi", tetapi pintu perundingan tetap selalu terbuka.
Yunani akan mengadakan referendum yang mengejutkan sejumlah pihak, sementara bank-bank Yunani ditutup selama seminggu.
<link type="page"><caption> Pasar saham Eropa anjlok pada hari Senin (29 Juni)</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/06/150629_dunia_yunani_krisis" platform="highweb"/></link> karena peristiwa yang terjadi di akhir minggu.
Perundingan bukan "permainan (kartu) poker para pembohong", kata Juncker.
"Apakah semuanya menang atau semuanya kalah".
Dia mengatakan perundingan gagal "sepihak" karena Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras mengatakan akan mengadakan referendum pada tanggal 5 Juli.
Pemerintah Yunani menjawab pernyataan Juncker dengan mengatakan, "Unsur penting dalam mengisyaratkan itikad baik dan kepercayaan dalam perundingan adalah ketulusan."












