Mengapa Cina bersedia terima lawatan Aung San Suu Kyi?

Aung San Suu Kyi

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Aung San Suu Kyi secara resmi diundang oleh Partai Komunis Cina untuk melawat ke Beijing, Juni 2015.
    • Penulis, Yuwen Wu
    • Peranan, Editor, BBC East Asia Hub

Kunjungan politikus Myanmar dan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi ke Cina tak akan mungkin bisa diwujudkan seandainya dilakukan lima tahun lalu.

Predikat Suu Kyi sebagai "pejuang demokrasi dan hak asasi manusia" membuatnya tidak akan bisa diterima oleh pemerintah di Beijing.

Cina menganggap Hadiah Nobel Perdamaian sebagai bentuk "manipulasi" negara-negara Barat, setelah tokoh pembangkang Cina, Liu Xiaobo menerima penghargaan ini pada 2011.

Apakah ada perubahan besar di Cina yang membuat Suu Kyi <link type="page"><caption> bisa melawat ke Cina tahun in?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/06/150610_dunia_cina_suukyi.shtml" platform="highweb"/></link>

Para pejabat senior Cina tidak memberikan penjelasan secara terbuka, namun berita yang dimuat kantor berita resmi Xinhua bisa dipakai sebagai rujukan.

Xinhua di antaranya menulis bahwa sejak 2010 ada gangguan dalam hubungan antara Cina-Myanmar, ditandai dengan berhentinya beberapa proyek penting, seperti proyek bendungan air dan tambang tembaga.

Selain itu ada juga insiden di perbatasan antara kedua negara.

Keamanan perbatasan

Tembakan dari arah wilayah Myanmar menewaskan dan melukai orang-orang di wilayah Cina.

Mungkin karena insiden ini belum lama berselang Cina menggelar latihan militer di dekat perbatasan Myanmar.

"Lawatan (Aung Saan Suu Kyi) ini mencerminkan keinginan untuk meningkatkan hubungan kedua negara," kata Xinhua.

Sebelum dipastikan bahwa Suu Kyi bisa mendarat di Beijing, muncul spekulasi tentang siapa yang mestinya mengundang dan menerima tokoh Liga Nasional untuk Demokrasi Myanmar tersebut.

Semuanya terjawab setelah diumumkan bahwa undangan resmi dilayangkan oleh Partai Komunis Cina, yang membuat Presiden Xi Jinping bisa menemui Suu Kyi tanpa harus menimbulkan persoalan protokoler.

Lawatan Suu Kyi yang pertama ke Cina ini dinilai sebagai langkah strategis Beijing, kata Mu Shenshan, peneliti masalah-masalah luar negeri di Shanghai.

Jalin kontak seawal mungkin

Aung San Suu Kyi

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Aung San Suu Kyi adalah peraih Hadiah Nobel Perdamaian, penghargaan yang oleh Cina dianggap sebagai 'bentuk manipulasi' Barat.

"Ini adalah cara Cina untuk mempertahankan kepentingan di Myanmar. <link type="page"><caption> Reformasi yang tengah diterapkan di negara tersebut</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2014/12/141226_myanmar_suu_kyi.shtml" platform="highweb"/></link> tidak bisa dihentikan dan hanya persoalan waktu saja Suu Kyi dan partainya akan berkuasa," jelas Mu.

"Semakin cepat Cina menjalin kontak (dengan Suu Kyi), semakin baik," imbuhnya.

Manfaat lain dengan menerima Suu Kyi adalah Cina bisa menepis anggapan Barat bahwa Beijing hanya berhubungan dengan "negara-negara jahat" yang diisolasi masyarakat internasional.

Lawatan Suu Kyi ini juga bisa mendatangkan manfaat bagi Cina dari aspek ekonomi.

Ketika proyek-proyek besar Cina di Myanmar dihentikan, pada saat yang hampir bersamaan negara-negara seperti Amerika Serikat dan Jepang secara agresif menanamkan investasi.

Beijing tentu berharap kunjungan Suu Kyi ini bisa membuat Cina bisa bersaing secara lebih baik dengan Barat di Myanmar.