Aung San Suu Kyi akan berkunjung ke Cina

Sumber gambar, AP
Pemimpin oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi, akan berkunjung ke India untuk pertama kalinya ketika ketegangan antara kedua negara agak meningkat.
Suu Kyi akan mulai lawatan empat harinya ke Cina pada Rabu 10 Juni, seperti diungkapkan partainya, Liga Nasional untuk Demokirasi, NLD.
Juru bicara NLD mengatakan dia rencananya bertemu dengan Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Keqiang.
Hubungan kedua negara mendingin dalam beberapa tahun belakangan, antara lain karena kekerasan di dekat perbatasan kedua negara.
Petengahan Februari tahun ini, misalnya, <link type="page"><caption> Cina memperingatkan perang antara tentara pemerintah Myanmar dengan pemberontak suku Kokang</caption><url href="Cina memperingatkan bahwa perang di Myanmar antara tentara pemerintah dengan pemberontak suku Kokang bisa mengancam stabilitas perbatasan." platform="highweb"/></link> bisa mengancam stabilitas perbatasan.

Sumber gambar, AP
Wilayah Kokang berada di dekat perbatasan dengan Provinsi Yunnan, Cina.
Dan sedikitnya lima orang tewas di Yunnan pada bulan Maret ketika sebuah pesawat dari Myanmar menjatuhkan bom di sebuah pertanian tebu.
Cina merupakan salah satu sekutu Myanmar yang setia ketika junta militer berkuasa sementara Suu Kyi berada dalam tahanan rumah.
Namun sejak reformasi tahun 2011, pemerintah pimpinan Presiden Thein Sein tampaknya mulai menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Amerika Serikat walau Cina tetap membantu pembangunan prasarana utama di Myanmar.
Suu Kyi bisa berperan penting dalam pemilihan presiden Myanmar yang rencananya akan digelar bulan November walau berdasarkan konstitusi dia tidak bisa mencalonkan diri.
Partainya kini sedang berupaya untuk mengubah pasal yang membuat Suu Kyi tidak bisa mencalonkan diri dalam pemilihan presiden.











